UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Raih Skor Tertinggi SINTA, Tanda Ekosistem Riset Semakin Kuat

UIN Sunan Kalijaga mencatat skor SINTA sebesar 450.114, dengan skor keseluruhan (overall) mencapai 805.337.

istimewa
SKOR TERTINGGI SINTA - Memasuki awal 2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai episentrum produktivitas riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia melalui capaian Science and Technology Index (SINTA) tertinggi secara nasional. 
Ringkasan Berita:
  • UIN Sunan Kalijaga mencatat skor SINTA sebesar 450.114, dengan skor keseluruhan (overall) mencapai 805.337.
  • Capaian ini menempatkan UIN Sunan Kalijaga di peringkat pertama PTKIN nasional, mengungguli UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berada di posisi kedua dengan skor SINTA 3th 436.563 dan skor overall 699.787.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Memasuki awal 2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai episentrum produktivitas riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia melalui capaian Science and Technology Index (SINTA) tertinggi secara nasional.

UIN Sunan Kalijaga mencatat skor SINTA sebesar 450.114, dengan skor keseluruhan (overall) mencapai 805.337.

Capaian ini menempatkan UIN Sunan Kalijaga di peringkat pertama PTKIN nasional, mengungguli UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berada di posisi kedua dengan skor SINTA 3th 436.563 dan skor overall 699.787.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari kerja kolektif seluruh civitas akademica UIN Sunan Kalijaga

Menurut dia, skor SINTA menjadi indikator penting yang merefleksikan produktivitas dosen, kualitas jurnal, serta kontribusi keilmuan perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

"Keunggulan ini menandai bukan hanya tingginya volume publikasi, tetapi juga konsistensi institusi dalam membangun ekosistem riset yang terukur, kolaboratif, dan berorientasi dampak," katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (4/1/2026). 

Capaian awal 2026 ini sekaligus menyempurnakan rekam jejak prestasi UIN Sunan Kalijaga dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, UIN Sunan Kalijaga tercatat menempati peringkat pertama skor SINTA nasional PTKIN, peringkat pertama PTKIN versi EduRank, serta peringkat pertama PTKIN versi Webometrics. 

Pada tataran internasional, universitas ini juga berada di peringkat 5 Asia bidang Theology/Religious Studies, dan pada akhir November 2025 berhasil menembus QS Asian University Rankings dengan menempati peringkat ke-2 PTKIN.

"Rangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan riset di UIN Sunan Kalijaga merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju universitas unggul yang berdaya saing global. Awal 2026 menjadi penanda penting bahwa transformasi akademik UIN Sunan Kalijaga terus bergerak mengukir nama lebih gemilang di kancah internasional," terangnya. 

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum menilai kontribusi dosen dan peneliti sebagai faktor kunci pencapaian ini. 

“Kita lanjutkan dengan target 2026, kita rumuskan strategi terbaik dan langkah taktis untuk mewujudkan kampus yang produktif dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan, bermanfaat dan berdampak," ujarnya. 

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A.menambahkan peningkatan skor SINTA mencerminkan semakin menguatnya budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan PTKIN.

Ia berharap  pemeringkatan SINTA 2025  menjadi pemacu bagi seluruh PTKI untuk meningkatkan kualitas dan relevansi penelitian, sekaligus memperluas kontribusi akademik bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

“Skor SINTA bukan sekadar angka administratif, melainkan indikator daya saing perguruan tinggi, baik pada level nasional maupun global,” imbuhnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved