Sejarah Perumusan Pancasila: Dari BPUPKI hingga PPKI 1945

Sejarah perumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Gagasan dasar negara dari Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.

Tayang:
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
ist
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 

Ringkasan Berita:Sejarah perumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berawal dari sidang BPUPKI tahun 1945. 
 
  • Gagasan dasar negara dari Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.
  • Perubahan Piagam Jakarta demi menjaga persatuan bangsa.
  • Pancasila resmi berlaku sejak 18 Agustus 1945 dalam Pembukaan UUD 1945.

Tribunjogja.com --- Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara oleh pemerintah maupun seluruh rakyat Indonesia.

Proses perumusan Pancasila berawal dari sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1945.

Ketua BPUPKI, dr. Radjiman Wedyodiningrat, mengajukan agenda sidang mengenai calon rumusan dasar negara Indonesia merdeka.

Gagasan dari Tokoh BPUPKI

Muhammad Yamin

Pada 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengemukakan gagasan dasar negara yang terdiri dari:

  • Peri Kebangsaan
  • Peri Kemanusiaan
  • Peri Ketuhanan
  • Peri Kerakyatan
  • Kesejahteraan Rakyat

Selain pidato, Yamin juga menyampaikan rancangan tertulis Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Dalam rancangan tersebut tercantum lima asas dasar negara:

  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kebangsaan Persatuan Indonesia
  • Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Soepomo

Pada 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Soepomo menyampaikan gagasan lima dasar negara:

  • Persatuan
  • Kekeluargaan
  • Keseimbangan lahir batin
  • Musyawarah
  • Keadilan rakyat

Soekarno

Pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato bersejarah dengan usulan lima asas dasar negara:

  • Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  • Mufakat atau Demokrasi
  • Kesejahteraan Sosial
  • Ketuhanan yang Berkebudayaan

Soekarno mengusulkan agar lima asas tersebut diberi nama “Pancasila”.

Peran PPKI dan Piagam Jakarta

Setelah BPUPKI dibubarkan oleh Jepang, tugas dilanjutkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang diketuai oleh Soekarno dengan Mohammad Hatta sebagai wakil ketua.

Pada 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI menggelar sidang pertama. Piagam Jakarta awalnya dijadikan bahan untuk menyusun Pembukaan UUD 1945.

Namun, muncul keberatan dari beberapa tokoh Indonesia Timur terkait sila pertama yang berbunyi: “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved