Respon Arahan Sri Sultan, PWI DIY Susun Naskah Akademik Pembangunan Grha Pers Pancasila
Pembangunan Graha Pers Pancasila merupakan bagian dari upaya memperkuat peran pers dalam kehidupan berbangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Arahan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk segera menyelesaikan kajian akademik pembangunan Grha Pers Pancasila direspon cepat oleh jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY.
Pada Senin (26//2026) sore kemarin, dewan penasehat, dewan pakar dan pengurus harian PWI DIY mulai menggelar rapat untuk merumuskan naskah akademik.
Rapat berlangsung di Ruang Kerja Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) dan dipimpin Ketua PWI DIY Hudono, serta dihadiri wakil pengurus harian, dewan penasehat dan dewan pakar, dan sejumlah tokoh akademisi.
Rapat dibuka oleh Rektor UWM Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc, yang juga Sekretaris Dewan Penasehat PWI DIY. Selain Prof Edy, anggota dewan penasehat yang hadir Drs HA Hafidh Asrom MM, Ki R Bambang Widodo SPd MPd.
Juga hadir Ketua Dewan Pakar PWI DIY, Prof Dr Muchlas MT Bersama anggota, Prof Dr Sudjito dan Dra Esti Susilarti MPar serta Direktur Pers Pancasila PWI Pusat, Drs Sihono HT MSi.
Ketua PWI DIY Hudono menyampaikan bahwa secara teknis Detail Engineering Design (DED) pembangunan Graha Pers Pancasila sebenarnya telah tersedia.
Namun, rencana tersebut sempat terhenti akibat pergantian pemerintahan dari Presiden Jokowi ke Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, peluang pembangunan kembali terbuka melalui penganggaran APBD, khususnya melalui APBD Perubahan 2026, setelah mendapat perhatian DPRD DIY.
Sementara itu Prof Dr Sudjito SH MSi menegaskan bahwa arahan Sultan harus segera direspons.
Menurutnya, dengan kajian akademik yang kuat, proses pengusulan pembangunan akan lebih mudah dan memiliki legitimasi yang tinggi. Ia juga optimistis pemerintah pusat akan mendukung, baik dari sisi pembangunan fisik maupun program pendukungnya.
Rapat menyepakati penyusunan naskah akademik sebagai prioritas utama dengan Prof Sudjito sebagai koordinator.
PWI DIY juga akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Pemda DIY, DPRD DIY, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya. Pembangunan Graha Pers Pancasila dinilai sebagai kebutuhan strategis dan mendesak untuk memperkuat peran pers berlandaskan nilai-nilai Pancasila di Yogyakarta.
Dalam pembukaan rapat, Edy Suandi Hamid menekankan bahwa arahan Ngarsa Dalem harus segera direspons secara serius dan terukur.
Pembangunan Graha Pers Pancasila, menurutnya, bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya memperkuat peran pers dalam kehidupan berbangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. (*)
| Peringati KAA, Eko Suwanto : Spirit Melawan Penindasan dan Penjajahan Masih Relevan Diperjuangkan |
|
|---|
| Bahas RUU Penyadapan, Badan Keahlian DPR RI Ajak Pakar Hukum UAJY Berkolaborasi |
|
|---|
| Siswa SMP di Yogyakarta yang Viral Hilang Ternyata Mengamankan Diri ke Lembaga Perlindungan Anak |
|
|---|
| Penyebab Lonjakan Harga Minyak Goreng Premium di Bantul |
|
|---|
| Sempat Dilaporkan Hilang, Satu Siswa SMP di Jogja Kini Dalam Pengawasan Lembaga Perlindungan Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Respon-Arahan-Sri-Sultan-PWI-DIY-Susun-Naskah-Akademik-Pembangunan-Grha-Pers-Pancasila.jpg)