98,8 Persen Siswa SMAN 3 Yogyakarta Tembus Perguruan Tinggi Impian, Mayoritas ke UGM
Nanik menambahkan, keberhasilan ini berkat strategi sekolah yang memaksimalkan pendampingan siswa, terutama di kelas XII.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 98,8 persen atau 247 dari 250 siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta (Padmanaba) tahun ini berhasil diterima di perguruan tinggi.
Mayoritas lulusan diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM), sedangkan sebagian lainnya menyebar ke sejumlah perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia hingga ke luar negeri.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 3 Yogyakarta, Nanik Rahayu, mengatakan pencapaian ini tidak lepas dari sinergi sekolah, siswa, dan orang tua.
Dari seluruh lulusan, sebanyak 170 siswa diterima di UGM.
Adapun total siswa yang berhasil masuk perguruan tinggi mencapai 247 orang atau 98,8 persen.
“Dari total 250 siswa, 170 diterima di UGM. Sementara yang sudah diterima di berbagai perguruan tinggi ada 247 siswa atau 98,80 persen. Artinya sebagian besar berhasil masuk ke kampus impian mereka,” kata Nanik, Rabu (27/8).
Menurut Nanik, sebagian kecil siswa memang memilih perguruan tinggi swasta karena mengejar program studi spesifik sesuai cita-cita.
Meski demikian, secara keseluruhan 92 persen lulusan diterima di perguruan tinggi negeri, sedangkan 2,4 persen atau enam siswa melanjutkan studi ke luar negeri.
Baca juga: Pustral UGM: Pengurangan Subsidi Trans Jogja Bisa Beratkan Masyarakat Rentan
Nanik menambahkan, keberhasilan ini berkat strategi sekolah yang memaksimalkan pendampingan siswa, terutama di kelas XII.
Program konseling rutin diterapkan untuk membantu siswa memilih program studi sesuai potensi dan nilai rapor.
“Kami bersinergi dengan wali kelas, guru BK, dan guru lain untuk mendampingi siswa di kelas XII sebelum mereka memastikan akan masuk ke program studi tertentu. Khusus jalur SNBP, anak-anak diarahkan agar memilih prodi yang betul-betul sesuai kemampuan dan prestasi, karena kalau diterima lalu ditinggalkan akan ada sanksi khusus,” ujar Nanik.
Pendampingan, lanjut dia, tidak hanya berhenti di jalur SNBP, tetapi juga berlanjut ke SNBT dan ujian mandiri.
“Kami memastikan sejak awal bahwa pilihan prodi siswa ideal dan sesuai nilai-nilai rapor mereka,” katanya.
Keterlibatan orang tua menjadi faktor penting lain. Paguyuban orang tua membentuk tim khusus bernama Gaspol yang bertugas mendukung siswa menghadapi berbagai jalur seleksi perguruan tinggi.
“Tim Gaspol ini mendampingi anak-anak bahkan setelah lulus ujian sekolah. Mereka menyiapkan kelas khusus untuk belajar materi ujian mandiri dan jalur lain. Data detail kelulusan ini pun banyak dikumpulkan dari tim Gaspol selain dari sekolah,” kata Nanik.
| Pameran Suara Indonesia Resmi Dibuka, Retrospeksi 20 Tahun Konvensi 2005 UNESCO |
|
|---|
| UGM Rancang Hunian Sementara dari Kayu Hanyutan untuk Penyintas Banjir Sumatera |
|
|---|
| Nusantara Future Leader 2025 Jadi Program BEM UGM Bentuk Pemimpin Masa Depan |
|
|---|
| Mahasiswa UGM Dapat Sarapan Gratis Selama UAS |
|
|---|
| Pendataan Mahasiswa Terdampak Bencana, UGM Buka Peluang Keringanan Biaya Kuliah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Siswa-SMAN-3-Yogyakarta.jpg)