Kamus KBBI
Dari Mokel hingga Ambyar, Kata-Kata Bahasa Daerah Ini Resmi Masuk KBBI
Beberapa kata daerah ini resmi masuk KBBI! Yuk kenali arti, asal usul, dan contoh penggunaannya yang membuat bahasa Indonesia semakin kaya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
"Setelah minum dua gelas es teh, akhirnya aku palum juga."
"Anak kecil itu minum terus sampai palum."
3. Mokel (Bahasa Jawa)
Kata "mokel" berasal dari bahasa Jawa.
Artinya adalah makan atau minum sebelum waktu berbuka puasa, biasanya dilakukan diam-diam.
Dalam KBBI, kata ini tergolong verba cakapan atau kata kerja nonformal.
"Mokel" sering digunakan saat bulan Ramadan dan mencerminkan kebiasaan sosial yaitu membatalkan puasa saat belum waktunya berbuka di masyarakat.
Contoh Penggunaan:
"Andi mokel diam-diam karena tidak kuat menahan lapar."
"Jangan sampai mokel, tinggal setengah jam lagi berbuka."
4. Kanceh (Bahasa Minangkabau)
Jika mokel berasal dari bahasa Jawa, maka "kanceh" berasal dari bahasa Minangkabau.
Kata "kanceh" sendiri memiliki maka terhalang pertumbuhannya sehingga tidak bisa menjadi besar atau kerdil.
Kata ini masuk ke dalam kategori kata sifat (adjektiva) dalam KBBI.
Kata ini tidak mengalami perubahan apapun saat menjadi kata serapan.
Contoh Penggunaan:
"Pohon itu kanceh karena tanahnya kurang subur."
"Tubuh hewan itu kanceh akibat kekurangan gizi."
5. Ambyar (Bahasa Jawa)
Siapa tak kenal kata "ambyar"? Kata ini makin populer berkat lagu-lagu mendiang Didi Kempot.
Dalam bahasa Jawa, "ambyar" berarti bercerai-berai, hancur, atau tidak terkonsentrasi lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kata-kekinian-masuk-kbbi.jpg)