Kamus KBBI

Dari Mokel hingga Ambyar, Kata-Kata Bahasa Daerah Ini Resmi Masuk KBBI

Beberapa kata daerah ini resmi masuk KBBI! Yuk kenali arti, asal usul, dan contoh penggunaannya yang membuat bahasa Indonesia semakin kaya.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
ist
Ilustrasi bahasa daerah yang sudah masuk ke dalam KBBI (Ist) 

TRIBUNJOGJA.COM- Bahasa Indonesia terus berkembang, menyerap berbagai kekayaan dari bahasa daerah.

Hal ini dapat terlihat dari makin banyaknya kata dari berbagai suku yang kini resmi masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Kehadiran kata-kata ini bukan sekadar menambah kosakata.

Melainkan juga bukti bahwa bahasa daerah memiliki kontribusi besar dalam memperkaya bahasa nasional kita.

Berikut adalah daftar lima kata dari bahasa daerah yang sudah resmi terdaftar di KBBI, lengkap dengan makna dan contoh penggunaannya.

1. Galer (Bahasa Sunda)

Kata "galer" berasal dari bahasa Sunda yang artinya anak rambut halus di bagian dahi, atau sering disebut baby hair.

Kata "galer" digunakan untuk menyinggung gaya rambut dan penampilan.

Masuknya kata ini ke KBBI menunjukkan bagaimana kosakata populer di kalangan anak muda juga diakui sebagai bagian dari bahasa Indonesia.

Contoh Penggunaan:

"Rambut aku lagi banyak galer-nya di dahi."
"Pakai minyak rambut biar galer-nya rapi."

2. Palum (Bahasa Batak Pakpak)

Jika "haus" berarti ingin minum, maka apa lawan katanya?

Anda tidak perlu bigung lagi sekarang, karena sudah terdapat kata "palum" yang memiliki arti sudah puas minum atau sudah hilang rasa haus.

Kata "palum" ini berasal dari bahasa Batak Pakpak.

Keberadaannya memperkaya bahasa Indonesia dengan makna yang spesifik, yaitu menggambarkan kondisi kepuasan setelah minum.

Contoh Penggunaan:

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved