Horizzon
Jawabannya Lugas, MBG Tidak Bermanfaat!
Boleh jadi video pendek yang beredar di hari buruh adalah editan, tapi esensinya, MBG memang tida bermanfaat.
Penulis: ufi | Editor: Ikrob Didik Irawan
Kalaupun pendapat tersebut harus diuji, saya bisa meyakinkan bahwa manfaat yang diperoleh dari program yang digagas Prabowo Subiyanto ini tak sebanding dengan porsi anggaran yang ugal-ugalan.
Uang Rp 300 triliun lebih untuk program MBG ini selain terkesan ‘gila’ (baca: tak rasional) mala pelaksanannya juga belepotan di mana-mana.
Isu kebocoran dan juga keracunan massal seolah menjadi tema yang setiap hari mengiringi program ini.
Ironisnya, orang pertama di negeri ini seolah tak peduli dengan berbagai masukan, saran dan kritik tentang program MBG. Prabowo dan kekuasaan di negeri ini seolah menggunakan kaca mata kuda dan tak peduli lagi dengan kritikan.
Prabowo memaksakan bahwa program MBG adalah program prioritas yang jika tidak dilaksanakan akan menjadi masalah besar. Untuk itu, narasi pembenar tentang program MBG juga nyaring kita dengar setiap hari.
Saya beruntung tidak jadi berpijak pada potongan video berdurasi 36 detik di hari buruh untuk mengatakan MBG Tida Bermanfaat.
Jika saya jadi memaksakan koran edisi tanggal 2 Mei dengan judul awal dan hanya berpijak pada video tersebut, rasanya saya mengkhianati kewarasan dalam landasan berpikir.
Saya bersyukur, tetap bisa dengan lantang mengatakan program MBG memang jauh panggang dari api justru tetap berpijak pada rasionalitas akal sehat, bukan pada potongan video yang akurasinya patut dipertanyakan.
Kebenaran harus disuarakan dari buah pikir yang rasional dan berbasis pada fakta. Menulis esensi kebenaran namun bersandar pada pondasi yang rapuh justru mendegradasi nilai dari kebenaran itu sendiri. Sekali lagi, dari akal sehat, MBG memang tidak memiliki manfaat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261204-Ibnu-Taufik-Juwariyanto-Pemimpin-Redaksi-Tribun-Jogja.jpg)