Horizzon

Jawabannya Lugas, MBG Tidak Bermanfaat!

Boleh jadi video pendek yang beredar di hari buruh adalah editan, tapi esensinya, MBG memang tida bermanfaat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: ufi | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja
Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Jogja 

VIDEO berdurasi 36 detik yang beredar viral pada 1 Mei 2026 lalu seolah menjawab akal waras yang sudah lama termarginalkan di Republik ini. 

Video itu semakin epic lantaran berisi tentang pertanyaan Presiden Prabowo tentang manfaat progam Makan Bergizi Gratis di depan kerumunan buruh yang tengah merayakan May Day. 

“Saya bertanya kepada saudara-saudara, MBG bermanfaat atau tidak?” tanya Prabowo berapi-api. Dalam video pendek yang beredar, nyarting terdengar jawaban dari kerumunan buruh yang menjawab dengan serempak, …..Tidaaaaaakkk……..

Lantaran mewakili akal sehat dan pendapat umum di masyarakat, saya kemudian merancang koran edisi Sabtu 2 Mei 2026 dengan judul lugas –MBG Tidak Bermanfaat.

Sempat terjadi diskusi kecil dengan sejumlah editor tentang perencanaan judul dan head line di halaman satu tersebut. Editor tersebut mengatakan bahwa jawaban dari buruh sebenarnya tidak serempak alias samar. 

Dengan nada bercanda saya menjawab, “Sudahlah, saya tidak mendengar jawaban lain kecuali jawaban, tidaaaakkk.”

Saya menggunakan otoritas saya dan bersiap memiliki edisi koran tanggal 2 Mei 2026 dengan judul yang mewakili pemikiran banyak orang, MBG Tidak Bermanfaat.

Beruntung, judul tersebut batal menjadi head line di edisi cetak 2 Mei 2026.

Bukan karena salah. Esensi dari judul tersebut adalah benar adanya. Namun justru akan menjadi salah jika sumbernya diambil dari potongan video yang ternyata menurut keyakinan saya sudah tidak orisinil, alias sudah melewati penyuntingan. 

Menjelang waktu dead line, saya iseng untuk mendengarkan langsung versi utuhnya. Dan saya ulang berkali kali di menit ke 34 dari versi panjangnya yang memuat potongan video tersebut. 

Dari koor jawaban buruh tampak berbeda antara versi video pendek dan video panjangnya.

Jawaban ‘Tidak’ di video pendek tampak lebih nyaring dibanding versi video panjangnya.

Dari situlah saya semakin tidak yakin dan patut menduga bahwa video pendek yang beredar sudah melalui penyuntingan. 

Perlu dicatat, setelah beberapa waktu berlalu, hingga kini video pendek yang menggambarkan bahwa massa buruh menjawab MBG Tidak Bermanfaat masih berseliweran dengan berbagai versi

Sekali lagi, secara normatif fakta bahwa MBG tidak bermafaat adalah buah pikiran dari akal waras yang patut diyakini kebenarannya.

Kalaupun pendapat tersebut harus diuji, saya bisa meyakinkan bahwa manfaat yang diperoleh dari program yang digagas Prabowo Subiyanto ini tak sebanding dengan porsi anggaran yang ugal-ugalan.

Uang Rp 300 triliun lebih untuk program MBG ini selain terkesan ‘gila’ (baca: tak rasional) mala pelaksanannya juga belepotan di mana-mana.

Isu kebocoran dan juga keracunan massal seolah menjadi tema yang setiap hari mengiringi program ini. 

Ironisnya, orang pertama di negeri ini seolah tak peduli dengan berbagai masukan, saran dan kritik tentang program MBG. Prabowo dan kekuasaan di negeri ini seolah menggunakan kaca mata kuda dan tak peduli lagi dengan kritikan.

Prabowo memaksakan bahwa program MBG adalah program prioritas yang jika tidak dilaksanakan akan menjadi masalah besar. Untuk itu, narasi pembenar tentang program MBG juga nyaring kita dengar setiap hari. 

Saya beruntung tidak jadi berpijak pada potongan video berdurasi 36 detik di hari buruh untuk mengatakan MBG Tida Bermanfaat.

Jika saya jadi memaksakan koran edisi tanggal 2 Mei dengan judul awal dan hanya berpijak pada video tersebut, rasanya saya mengkhianati kewarasan dalam landasan berpikir. 

Saya bersyukur, tetap bisa dengan lantang  mengatakan program MBG memang jauh panggang dari api justru tetap berpijak pada rasionalitas akal sehat, bukan pada potongan video yang akurasinya patut dipertanyakan.

Kebenaran harus disuarakan dari buah pikir yang rasional dan berbasis pada fakta. Menulis esensi kebenaran namun bersandar pada pondasi yang rapuh justru mendegradasi nilai dari kebenaran itu sendiri. Sekali lagi, dari akal sehat, MBG memang tidak memiliki manfaat. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved