JOGJA HARI INI : Dianiaya Saat Jalankan Misi Mulia

Penyelenggara flotilla mengeklaim terdapat sedikitnya 15 kasus kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, serta puluhan aktivis mengalami patah tulang

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribunnews/Jeprima
BERPELUKAN : Fotografer Republika Thody Badai yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla memeluk sang ibu saat tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). 

Heru menuturkan, para tahanan sempat diberi konsumsi berupa dua potong roti dan air minum dalam jumlah terbatas.

Namun, sebagian besar tahanan memilih melakukan aksi mogok makan.

"Tapi karena kondisi saya agak menurun, saya terpaksa makan paling sehari cuma seperempat. Jadi kita puasa lah bisa dibilang selama di tahanan itu," ungkap Heru. 

Setelah ditahan selama lima hari, para tahanan akhirnya dibawa ke kantor imigrasi Israel.

Namun sebelum itu, mereka diminta berjongkok dan dijemur di bawah terik matahari sekitar pukul 12.00 siang waktu setempat. 

Selama dijemur, para tahanan juga diminta mendengarkan lagu Israel selama sekitar dua jam.

"Jadi 4-5 jam lah kita telungkup terus di situ. Bangun sedikit di-apa diteriakin sama mereka, 'Head down! Head down!'. Pokoknya mereka tuh ya cukup kasar lah bisa dibilang," jelasnya.

Akibat kekerasan yang dialaminya, Heru mengaku mengalami memar di sekitar 10 titik tubuhnya, terutama di bagian belakang badan.

Usai tiba di Indonesia, Heru akan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. 

Meski mengalami kekerasan selama ditahan, Heru menegaskan tidak kapok mengikuti misi kemanusiaan untuk Palestina.

Menurut dia, apa yang dialaminya tidak sebanding dengan penderitaan warga Gaza.

"Kalau dibilang kapok, ya enggak kapok karena apa yang kita alami ini jauh lebih ringan daripada penderitaan rakyat Gaza di Palestina," kata Heru.

"Kita akan berusaha terus untuk menjebol blokade Gaza apa pun caranya. Kita insya Allah nggak kapok-lah demi rakyat Gaza yang memang sudah lama digenosida seperti itu ya," tambahnya.

Baca juga: Polisi Kebut Penyidikan 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Trauma

Saat tiba di Paris pada Jumat (22/5/2026), aktivis Prancis, Meriem Hadjal, mengatakan kepada wartawan bahwa ia mengalami kekerasan seksual dan diraba.

"Saya dipukul, ditampar, disentuh, ditendang di tulang rusuk, rambut saya dijambak. Saya mengalami trauma selama berjam-jam," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved