Daftar 12 Wilayah yang Berpotensi Dilanda Banjir Rob di Wilayah Jakarta

Sejumlah wilayah di DKI Jakarta berpotensi dilanda banjir rob mulai dari rabu (11/2/2026) hingga Senin (16/2/2026) mendatang

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU
Ilustrasi banjir rob merendam dua RT di Jakarta Utara. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Sejumlah wilayah di DKI Jakarta berpotensi dilanda banjir rob mulai dari rabu (11/2/2026) hingga Senin (16/2/2026) mendatang.

Potensi banjir rob ini merupakan imbas dari fase Bulan Baru yang bertepatan dengan pasang maksimum air laut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pun sudah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob ini.

Setidaknya ada 12 wilayah yang berpotensi dilanda banjir rob ini.

Warga yang berada di wilayah yang berpotensi terjadi banjir rob diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa peringatan ini merujuk pada laporan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok. 

Kenaikan tinggi muka air laut diprediksi akan berdampak langsung pada pemukiman dan aktivitas warga di sepanjang pesisir utara Jakarta dan Kepulauan Seribu.

Wilayah Terdampak

Berdasarkan data meteorologi, puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pagi hari, yakni antara pukul 05.00 hingga 10.00 WIB.

Periode ini merupakan waktu krusial karena bertepatan dengan jam berangkat kerja dan aktivitas ekonomi warga pesisir.

BPBD memetakan sedikitnya 12 wilayah daratan yang masuk dalam zona merah potensi rob, antara lain:

  • Kamal Muara 
  • Kapuk Muara
  •  Penjaringan
  • Pluit
  • Ancol
  • Kamal Marunda
  •  Cilincing
  • Kalibaru
  • Muara Angke
  • Tanjung Priok
  • Kepulauan Seribu 

"Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan karena durasi pasang tinggi ini bisa berlangsung selama beberapa hari berturut-turut," ujar Isnawa dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Selain mewaspadai dinamika pasang surut air laut, warga diimbau untuk memastikan sistem drainase di lingkungan masing-masing berfungsi dengan baik.

Hal ini penting untuk mencegah air laut yang masuk ke daratan tertahan lama dan menciptakan genangan statis di pemukiman.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiagakan sejumlah kanal digital untuk memantau kondisi secara real-time.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved