Gempa 7,5 SR Guncang Jepang, Ribuan Warga Mengungsi

Gempa bermagnitudo 7,5 SR mengguncang wilayah Jepang pada Senin (8/12/2025) tengah malam

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
dok.Tribun Timur
Ilustrasi gempa bumi 

“Saya belum pernah merasakan guncangan sebesar ini,” kata Nobuo Yamada, pemilik toko di Hachinohe, Aomori, kepada NHK.

Baca juga: Gempa 6,3 Sinabang: Getaran Terasa hingga Medan Sumatera Utara

Waspada Gempa Susulan

Otoritas menyatakan gempa ini mencapai intensitas Upper 6 pada skala seismik Jepang di Hachinohe  kategori yang dapat merusak bangunan dan membuat orang sulit berdiri.

Peringatan tetap diberikan untuk risiko gempa susulan hingga sepekan ke depan.

Pejabat JMA, Satoshi Harada, mengingatkan pengalaman kelam tsunami 2011.

Pada empat tahun lalu, Jepang mengalami gempa dan tsunami. Sebanyak 20.000 orang tewas dan memicu krisis nuklir Fukushima.

Pejabat Badan Meteorologi, Satoshi Harada, memperingatkan “Kita harus bersiap dengan asumsi bencana serupa bisa terjadi lagi,” ujarnya.

Pemerintah Jepang masih melakukan asesmen kerusakan dan memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak.

Pada Selasa pagi, pemerintah Jepang sudah  mencabut seluruh peringatan tsunami, atau beberapa jam setelah gempa bermagnitudo 7,5 mengguncang kawasan lepas pantai Prefektur Aomori.

Guncangan tersebut sempat memicu peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Hokkaido, Aomori, dan Iwate.

Kawasan Ring of Fire

Jepang berada di kawasan Ring of Fire, yaitu jalur cincin di sekitar Samudra Pasifik yang dikenal memiliki aktivitas seismik paling tinggi di dunia.

Kawasan ini dipenuhi gunung berapi aktif dan sering mengalami gempa karena pergerakan lempeng tektonik yang intens.

Letak Jepang berada di pertemuan beberapa lempeng besar, seperti Lempeng Pasifik, Lempeng Filipina, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Okhotsk.

Tumbukan dan pergeseran di antara lempeng-lempeng ini menyebabkan Jepang sering dilanda gempa bumi dan tsunami, serta memiliki banyak gunung berapi aktif seperti Gunung Fuji.

Akibat kondisi geologis tersebut, pemerintah Jepang mengembangkan sistem mitigasi bencana yang sangat maju.

Infrastruktur tahan gempa, sistem peringatan dini, dan edukasi publik menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana yang kerap terjadi di negara tersebut.

Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved