Berita Klaten

Nasi Sayur Sup MBG Klaten Terkontaminasi Bakteri Bacillus Cereus dan E Coli

hasil laboratorium sampel makanan yang diduga menyebabkan puluhan siswa di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, mengalami keracunan MBG

Tayang:
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
Seorang siswa SMPN 1 Wedi dirujuk ke RSUD Bagas Waras karena diduga mengalami keracunan menu MBG, Kamis (9/10/2025). Sesuai hasil labolatorium nasi positif ditemukan bakteri Bacillus Cereus dan sayur sop terkontaminasi bakteri Escherichia Coli, 

 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten telah menerima hasil laboratorium sampel makanan yang diduga menyebabkan puluhan siswa di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, mengalami keracunan menu bergizi gratis (MBG). 

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah sampel makanan yang mengandung bakteri berbahaya. 

Kepala Dinkes Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan dari seluruh sampel makanan yang dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Yogyakarta, yakni nasi, ayam, sayur sop, susu, dan buah. 

Berdasarkan hasil laboratorium  ditemukan hasil positif terkontaminasi bakteri untuk sampel nasi dan sayur sup. 

"Jadi untuk nasi positif ditemukan bakteri Bacillus Cereus dan sayur sop terkontaminasi bakteri Escherichia Coli (E. Coli). Dari pemeriksaan laboratorium, untuk air di sana (SPPG Sembung) kandungan E. Coli-nya juga tinggi," ungkap dia kepada Tribun Jogja, Rabu (15/10/2025). 

Anggit menuturkan, kontaminasi dua bakteri itu yang menyebabkan puluhan siswa di Kecamatan Wedi mengalami reaksi mual dan muntah usai menyantap menu MBG, beberapa waktu lalu. 

Awalnya kecurigaan kasus itu diduga terjadi karena ayam tepung krispi dalam menu tersebut. 

Lantaran sejumlah ayam mengeluarkan bau cukup menyengat yang disinyalir bisa menimbulkan reaksi terjadi gangguan oleh penerima manfaat. 

"Namun, berdasarkan hasil uji laboratorium justru ayamnya aman dan tidak ada temuan bakteri berlebihan," ujarnya. 

Menurutnya, temuan bakteri itu menunjukkan bahwa ada situasi yang menyebabkan bakteri tumbuh dan berkembang biak dengan nyaman. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, mengungkapkan hasil laboratorium sampel makanan diduga penyebab keracunan menu MBG di Kecamatan Wedi, Rabu (15/10/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, mengungkapkan hasil laboratorium sampel makanan diduga penyebab keracunan menu MBG di Kecamatan Wedi, Rabu (15/10/2025). (Tribunjogja.com/Dewi Rukmini)

Baca juga: Kondisi Terbaru Siswa Keracunan Menu MBG di Wedi Klaten

"Kalau bakteri E. Coli akan mati dengan pemanasan. Otomatis dengan pemanasan yang benar, bakteri itu bisa mati. (Tapi kalau ditemukan), berarti dalam proses penyimpanan atau mungkin saat pengantaran. Mungkin waktu selesai masak sampai dikonsumsi itu yang kelamaan," tuturnya. 

Oleh karena itu, secara keseluruhan mulai dari kebersihan, penyimpanan, pengolahan bahan pangan, dan kualitas keamanan pangan harus dikoreksi serta ditingkatkan. 

SPPG atau dapur MBG pun diwajibkan memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS). 

Salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat tersebut relawan SPPG harus mengikuti kursus keamanan pangan dan pelatihan di Balai Latihan Kesehatan (Balapkes) di Semarang.
 
"Semua SPPG sudah kami daftarkan ke Balapkes Semarang," pungkasnya. (drm)

Baca dan Ikuti Berita Tribunjogja.com.com di GOOGLE NEWS 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved