Mengenang Jejak Perjuangan, Komisi A DPRD DIY Napak Tilas ke Rumah Pengasingan Bung Karno
Di dalamnya, masih tersimpan koleksi asli seperti sepeda, ranjang, buku, hingga surat cinta untuk Fatmawati.
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
"Ini bagian dari Sinau Pancasila. Harapannya kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, tetapi juga memperkuat hubungan dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu sekaligus mengangkat potensi wisata sejarah dan nasionalisme yang dimiliki daerah ini," lanjutnya.
Sementara itu pengelola Operasional Rumah Kediaman Bung Karno di Bengkulu, Safrida Hanum, menjelaskan bangunan yang menjadi tempat tinggal Bung Karno ini sudah pernah dipugar.
Namun sebagian besar bangunan utamanya masih asli, termasuk koleksi sepeda milik, kursi, ranjang dan sejumlah benda bersejarah lainnya.
" Bung Karno diasingkan di Bengkulu bersama istri kedua beliau, Ibu Inggit Garnasih. Sebelum Bung Karno menempatinya, bangunan ini sudah ada. Dulunya ini adalah rumah milik seorang warga Tionghoa yang dibangun pada tahun 1918. Rumah ini kemudian disewa atau dikontrak oleh pemerintah kolonial Belanda untuk tempat pengasingan Bung Karno selama 4 tahun (1938–1942),"jelasnya.
Saat ini, Rumah Pengasingan Bung Karno ini menjadi salah satu tempat bersejarah yang banyak dikunjungi wisatawan, terutama dari kalangan pelajar.
"Jam operasional buka dari jam 08.00 pagi sampai jam 16.00,"imbuhnya.
Setelah mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno, Komisi A DPRD DIY dan rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah Fatmawati
Kunjungan ini menjadi momen penting untuk memberikan penghormatan atas peran besar sang penjahit Bendera Pusaka Merah Putih dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
Di rumah tersebut, anggota dewan dan rombongan melihat langsung koleksi peninggalan bersejarah yang menggambarkan kehidupan awal Fatmawati sebelum mendampingi Bung Karno di Jakarta.(*)
| Marching Band UAJY Turut Meriahkan Festival Kirab Budaya Tresno Pancasila |
|
|---|
| Eko Suwanto Ucapkan Matur Nuwun Ribuan Masyarakat Saksikan Kirab Budaya Tresna Pancasila |
|
|---|
| Meriahnya Kirab Budaya Tresno di Malioboro: Komisi A DPRD DIY Ajak Generasi Muda Amalkan Pancasila |
|
|---|
| Gelorakan Bulan Bung Karno, Eko Suwanto Sebut Kirab Budaya Tresno Pancasila 6 Juni 2026 di Malioboro |
|
|---|
| Kisah Diah Warih: Sempat Alami Kelumpuhan, Kini Perjuangkan Kesetaraan Difabel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mengenang-Jejak-Perjuangan-Komisi-A-DPRD-DIY-Napak-Tilas-ke-Rumah-Pengasingan-Bung-Karno.jpg)