Konflik Timur Tengah Berdampak pada Jemaah Umrah dan Persiapan Haji 2026
Ribuan jemaah umrah asal Indonesia sempat tertahan di sejumlah negara dan tidak bisa kembali ke Tanah Air
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Sekitar 2.000 jemaah umrah Indonesia sempat tertahan di Timur Tengah akibat kendala penerbangan transit di tengah konflik Iran-AS-Israel, meski kini dikabarkan sudah kembali.
- Pemerintah terus memantau eskalasi konflik sebagai dasar penyusunan skenario haji 2026, yang keberangkatan kloter pertamanya dijadwalkan pada 22 April mendatang.
- Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi mulai dari pemilihan rute penerbangan aman hingga opsi penundaan keberangkatan demi menjamin keselamatan jemaah haji.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Ribuan jemaah umrah asal Indonesia sempat tertahan di sejumlah negara dan tidak bisa kembali ke Tanah Air akibat terdampak perang Iran vs AS dan Israel.
Para jemaah belum bisa kembali ke Indonesia lantaran terkendala penerbangan.
Dikutip dari Kompas.com, ada sekitar 2000 jemaah yang sempat tertahan atau telantar (stranded) dalam proses kepulangan dari Tanah Suci ke Indonesia.
Kendala ini terjadi pada penerbangan transit dari Arab Saudi ke negara Timur Tengah lain yang terdampak konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
"Yang sempat terjebak itu saya enggak tahu persis datanya belum ada update. Tapi terakhir sudah kembali, karena ada stranded kan, terdampar. Itu ada sekitar 2.000-an yang berangkat," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak seperti yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (11/3/2026).
Menurut Dahnil, jemaah yang terlantar tersebut adalah yang transit di wilayah Timur Tengah.
Sementara jemaah yang terbang langsung dari Arab Saudi ke Indonesia tidak mengalami kendala.
"Kalau ada pesawat direct itu biasanya bisa langsung. Nah, (kalau) transit kemudian harga tiketnya mahal, akhirnya mereka terpaksa banyak yang terhenti sementara di sana untuk mencari tiket yang bisa dijangkau," ucapnya.
Adapun saat ini, jemaah umrah yang menjalani ibadah di Mekkah dan Madinah mencapai 43.000 orang.
Baca juga: Kemenangan Serikat Pekerja: Manajemen Taru Martani Akomodasi Tiga Tuntutan Karyawan
Persiapan Ibadah Haji
Sementara itu terkait dengan ibadah haji 2026, Dahnil menyebut saat ini pemerintah tengah menyusun berbagai upaya dan skenario dalam penyelenggaraan haji yang dijadwalkan dimulai pada April mendatang.
Ia pun menegaskan pemerintah akan terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah dalam merumuskan langkah-langkah tersebut.
Jika tidak ada kendala, keberangkatan kloter pertama haji akan terlaksana pada 22 April.
“Apabila tidak ada perubahan skenario atau eskalasi konflik menurun dan hal itu menjamin keselamatan warga negara Indonesia yang berangkat haji, maka pada tanggal 22 April akan menjadi keberangkatan kloter pertama. Namun, arahan Presiden jelas, semua kondisi dan semua skenario harus disiapkan,” kata Dahnil.
Setidaknya, ada beberapa skenario yang disiapkan meliputi pemilihan rute penerbangan yang lebih aman hingga opsi penundaan keberangkatan apabila kondisi dinilai berpotensi membahayakan jemaah.
| Trump Perintahkan Militer Kawal Kapal di Selat Hormuz, Iran Beri Peringatan Keras |
|
|---|
| Iran Tak Gentar, Siap Balas Serangan AS |
|
|---|
| Blokade Jalur Energi: Iran Siapkan Manajemen Baru di Selat Hormuz Lawan Amerika |
|
|---|
| Syarat Teheran untuk Washington: Hentikan Blokade Laut Jika Ingin Dialog Damai Berlanjut |
|
|---|
| Dua Kapal Asing Disita, Militer Iran: Jangan Coba-coba Ganggu Keamanan Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Konflik-Timur-Tengah-Berdampak-pada-Jemaah-Umrah-dan-Persiapan-Haji-2026.jpg)