Konten Petugas Damkar Berbuntut Teror: 'Helm untuk Melindungi Kepala, Bukan Melukai Warga'

Seorang anggota Damkar Khairul Umam, mengaku menerima teror setelah membuat konten yang menyinggung perihal penggunan helm.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Tangkapan layar
KONTEN BERBUNTUT TEROR - Seorang anggota pemadam kebakaran (Damkar) Khairul Umam, mengaku menerima teror setelah membuat konten yang menyinggung perihal penggunan helm. 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Damkar Khairul Umam, mengaku menerima teror setelah membuat konten yang menyinggung perihal penggunan helm.
  • Pada video itu, Khairul menjelaskan helm dirancang untuk melindungi kepala bukan untuk melukai kepala. 
  • Konten itu diduga disalahartikan sebagai sindiran terhadap kasus dugaan kekerasan oleh aparat kepolisian (Brimob), di mana seorang pelajar SMP meninggal dunia setelah dipukul menggunakan helm
 

 

TRIBUNJOGJA.COM,  JAKARTA - Seorang anggota pemadam kebakaran (Damkar) Khairul Umam, mengaku menerima teror setelah membuat konten yang menyinggung perihal penggunan helm.

Dalam video, Khairul menjelaskan helm dirancang untuk melindungi kepala bukan untuk melukai kepala. 

Konten itu diduga disalahartikan sebagai sindiran terhadap kasus dugaan kekerasan oleh aparat kepolisian, di mana seorang pelajar SMP meninggal dunia setelah dipukul menggunakan helm

Khairul mengaku mendapat dua kali teror melalui chat pribadi Whatsapp pada Selasa (24/2) malam dan Rabu (25/2) pagi. Awalnya, pengirim pesan mengaku sebagai penggemarnya, baik sebagai komika maupun petugas Damkar.

“Jadi terornya tuh di Whatsapp semua. Seperti yang saya bikin di story, ya awalnya dia ngaku jadi sebagai fans lah gitu-gitu segala macem,” ucap Khairul saat dihubungi Kompas.com, Rabu.

Dalam pesan pertama, pengirim meminta Khairul berhati-hati dan menyarankan agar ia menjaga keselamatannya.

“Ternyata ujung-ujungnya malah bilang saya harus pakai helm, jaga keselamatan saya, suruh minta sowan sama orang tua saya gitu-gitu,” kata Khairul. 

Pesan kedua bernada serupa, disertai kalimat yang membuatnya merasa terancam.

“Ya halus-halus sih halus-halus gitu. Soalnya sempet juga dia ngomong, 'tunggu saya, ada kejutan buat kamu',” kata dia. 

Menurut Khairul, pengirim pesan juga menyebut alamat lengkap rumahnya dan rumah istrinya, serta mengetahui nama orang tuanya.

“Alhamdulillah untuk saat ini buat keluarga sih masih aman-aman aja ya. Meskipun dia tuh nyampein alamat lengkap rumah saya dan rumah istri saya. Untungnya dia nggak tau alamat rumah orang tua saya," imbuh dia. 

Untuk tujuan edukasi

Khairul Umam, menegaskan konten yang ia buat mengenai penggunaan helm alat pelindung diri (APD) bertujuan untuk edukasi, bukan menyindir pihak tertentu.

Konten tersebut sempat dikaitkan dengan kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum aparat dari Korps Brimob Polri, di mana seorang pelajar SMP dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dipukul menggunakan helm

“Saya memang bikin konten itu cuma sekadar mengingatkan cara pakai helm dan yang pakai helm kan teman-teman saya juga pada pakai helm. Tidak ada niatan ke sana (menyindir)," ucap Khairul saat dihubungi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved