Jokowi dan Prabowo Kembali Bertemu di Jakarta, Bahas Hal Ini

Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani
Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), usai menghadiri rapat senat terbuka Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (17/10/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Keduanya bertemu saat menjadi saksi nikah sekretaris pribadi Jokowi, Agung Surahman, di Gedung Sasono Utomo, TMII, Minggu, 18 Januari 2026 lalu.

Dalam pertemuan itu, keduanya menyempatkan diri berbincang secara khusus.

Namun saat itu keduanya tidak menyampaikan isi pembicaraan ke media.

Dua pekan setelah pertemuan itu, Jokowi akhirnya mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo.

Menurut Jokowi, ada sejumlah hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Di antaranya membahas soal kondisi Indonesia serta situasi global yang tengah dihadapi. 

“Iya, termasuk kemudian apa situasi global saat ini yang juga penuh dengan ketidakpastian,” ujar Jokowi saat ditemui di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026) dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Penyedia Layanan Internet Asal Jogja Ini Distribusikan Alat Sekolah untuk 1000 Siswa

Jokowi mengaku dalam pertemuan itu dirinya dan Presiden Prabowo membahas hal khusus yang tidak disampaikannya ke publik.

“Iya, pasti ada. Ya namanya pembicaraan khusus masa disampaikan. Ya khusus juga untuk kita. Dan untuk saya dan Pak Prabowo,” kata Jokowi. 

Jokowi menyebut,  Indonesia masih berada dalam kondisi yang patut disyukuri di tengah kondisi global yang penuh dengan ketidakpastian.

“Saya kira kita patut bersyukur ekonomi masih tumbuh di atas lima, inflasi juga sangat terjaga,” ujarnya.

Menurut Jokowi, stabilnya pertumbuhan ekonomi dan inflasi menjadi hal penting di tengah banyak negara lain yang mengalami kesulitan.

“Yang paling penting itu. Karena negara-negara lain banyak yang kesulitan mengatasi dua hal tadi, pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” pungkasnya. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved