Tribunnews dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting Lewat Program GENTING

Tribunnews.com kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengentasan stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Dok Tribunnews
Tribunnews dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting Lewat Program GENTING 

 

BKKBN DIY Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor


Sementara itu di DIY, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penurunan angka stunting


Upaya yang ditempuh sejauh ini menunjukkan hasil positif dengan menurunnya prevalensi stunting di DIY dari 18 persen di tahun 2023, menjadi 17,4 persen pada 2024.


Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah, menandaskan, penurunan 0,6 persen itu merupakan capaian bersama dari seluruh stakeholder pentahelix.


Yakni, melibatkan kalangan pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media, hingga peran serta warga masyarakat di empat kabupaten dan satu kota di DIY.


"Kami berharap kolaborasi ini berjalan secara berkesinambungan dalam upaya percepatan penurunan stunting, khususnya di DIY," ujarnya, seusai mengikuti kegiatan Talk Show Solidaritas GENTING 'Tumbuh Tanpa Batas' bersama Tribun News secara daring, Rabu (15/10/25).


BKKBN DIY pun berkomitmen untuk terus menekan angka stunting guna mencapai target nasional di angka 14 persen pada 2029 mendatang. 


Menurutnya, berbagai upaya sinergi ditingkatkan, dengan melibatkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang berisi stakeholder lintas sektor.


"Kegiatan-kegiatan yang kita lakukan memang melibatkan langsung kalanhan masyarakat, yang artinya masyarakat sebagai subjek sekaligus objek," terangnya.


Meskipun permasalahan gizi sering dianggap sebagai penyebab tunggal stunting, Iqbal menyoroti temuan terbaru yang menunjukkan pola asuh orang tua menjadi kendala signifikan dalam upaya penurunan stunting di DIY.


"Yang menjadi temuan kita yang terbaru adalah ternyata bukan hanya kemampuan memberikan asupan makanan yang bergizi, tapi bagaimana pola asuh yang diberikan oleh orang tua," ungkapnya.


Fakta menariknya, data terbaru menggambarkan bahwa keluarga dengan tingkat ekonomi yang lebih baik (desil tinggi) justru memiliki angka stunting yang tinggi karena kesalahan dalam pola asuh.


"Bagaimana upaya memberikan makan kepada anak-anaknya itu juga menjadi poin penting bagi pertumbuhan anak secara optimal dan juga mencegah stunting," imbuh Iqbal.


Oleh karena itu, BKKBN DIY menjadikan edukasi publik terkait perubahan pola perilaku dan pola asuh sebagai fokus utama dalam deretan kegiatannya.


Edukasi tersebut, menyasar orang tua dengan anak dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga bayi usia 2 tahun.


"Artinya ini menjadi tugas kami dan tugas kita semua, bagaimana mengubah sebuah perilaku pola asuh tumbuh kembang anak-anak yang ada di usia 1.000 hari pertama kehidupan," pungkasnya. (tribunnews/aka)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved