Data Sementara Korban Banjir Bandang di NTT dan Bali, 19 Orang Tewas
Banjir bandang menerjang dua provinsi di Indonesia, yakni di Nusa Tenggara Timur dan Bali pada Senin (8/9/2025) dan Rabu (10/9/2025) kemarin.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Banjir bandang menerjang dua provinsi di Indonesia, yakni di Nusa Tenggara Timur dan Bali pada Senin (8/9/2025) dan Rabu (10/9/2025) kemarin.
Bencana di dua wilayah tersebut merenggut 19 korban jiwa, dengan rincian 10 korban di wilayah NTT dan 9 di wilayah Bali.
Selain memakan korban jiwa, kejadian itu juga menyebabkan sejumlah warga hilang dan kerusakan fasilitas umum.
Upaya pencarian pun masih dilakukan oleh tim gabungan.
Dikutip dari Tribunnews.com, Kepala BPBD Nagekeo, Gusti Pone menyebut korban jiwa dalam bencana alam banjir bandang di wilayah Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, bertambah menjadi sepuluh orang.
Rinciannya, dua korban tewas berasal dari Desa Uwa, tujuh orang warga Desa Sawu, dan satu warga Desa Lokalaba.
Sedangkan untuk korban luka-luka, ia mengatakan pihaknya belum melakukan survei di lokasi kejadian untuk mendapatkan data faktual.
Dari 10 orang yang dilaporkan hilang, sudah ditemukan enam orang diantaranya tiga warga Desa Sawu dan dua kali warga Desa Uwa.
"Meninggal 10 orang, yang sudah ditemukan sudah enam orang, sedangkan yang empat orang masih dalam pencarian," jelas Gusti Pone.
Hingga saat ini, kata dia, sebanyak 18 wilayah di Kecamatan Mauponggo masih terisolasi.
"Untuk sementara masih dengan angka yang sama tapi kamu sudah melakukan pembersihan melalui jalan negara dan hari ini sudah bisa akses ke lokasi," pungkas dia.
Upaya penanganan korban banjir ini menurut Gusti Bone terkendala kerusakan infrastruktur jembatan yang roboh akibat banjir.
Sementara itu banjir besar juga melanda sejumlah kota di Bali.
Total ada 127 titik banjir yang terjadi di Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Badung, Tabanan, Jembrana, dan Karangasem.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali Eka Saputra mengatakan berdasarkan data terakhir pada Rabu (10/9/2025) petang, jumlah korban jiwa mencapai 9 orang.
| Breaking News : Hujan Deras Guyur Kota Yogya Dini Hari Tadi, Talud di Tegalrejo Longsor |
|
|---|
| Lansia Sebatang Kara di Gunungkidul Tertimpa Reruntuhan Bangunan Rumahnya yang Ambruk |
|
|---|
| Data Dampak Cuaca Ekstrem yang Landa Sleman Rabu Sore, Berbah Paling Banyak |
|
|---|
| Efek Hujan Ekstrem Seharian, BPBD Kulon Progo Catat 33 Kejadian Bencana: Longsor dan Pohon Tumbang |
|
|---|
| Talud Rumah di Wukirsari Bantul Longsor Akibat Hujan Deras |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Data-Sementara-Korban-Banjir-Bandang-di-NTT-dan-Bali-19-Orang-Tewas.jpg)