Daftar Anggota DPR yang Dinonaktifkan yang Diduga Picu Kemarahan Publik

Tiga partai politik resmi menonaktifkan para kadernya yang membuat pernyataan dan aksi kontroversial

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/Lidia Pratama Febrian
RICUH : Demo DPR 25 Agustus Ricuh, Barikade Beton Rusak, Massa Lempar Batu dan Bambu Runcing 

Tindakan itu Eko lakukan untuk membalas kritik publik atas sejumlah anggota dewan yang berjoget setelah Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, sementara situasi masyarakat sedang sulit.

"Biar jogednya lebih keren pakai sound ini aja," tulis Eko.

Termasuk anggota dewan yang berjoget itu adalah Uya Kuya.

Golkar

 Partai Golkar juga mengambil keputusan yang sama dengan PAN.

Partai Golkar resmi menonaktifkan Adies Kadir dari Fraksi Golkar DPR RI.

 "Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar resmi menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, terhitung sejak Senin, 1 September 2025," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, dalam keterangan resmi, Minggu (31/8/2025).

Adapun Adies merupakan Wakil Ketua DPR RI yang menuai kritik setelah menjelaskan uraian kenaikan tunjangan anggota dewan.

Belakangan, keterangannya ia ralat.

Sarmuji mengatakan, keputusan itu diambil setelah Partai Golkar mempertimbangkan eskalasi sosial yang meningkat beberapa hari terakhir.

 Ia menegaskan, aspirasi masyarakat menjadi pertimbangan utama Partai Golkar.

Menurutnya, seluruh kiprah perjuangan Partai Golkar merupakan kristalisasi semangat kerakyatan yang berdasar pada undang-undang.

Nasdem

Partai Nasdem resmi menonaktifkan dua kadernya yang duduk di DPR.

Keduanya yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved