5 Penyebab Bau Badan Meski Sudah Pakai Deodoran dan Cara Mengatasinya

Berikut 5 Penyebab Bau Badan Tetap Muncul Meski Sudah Pakai Deodoran, 1. Memakai Deodoran di Ketiak yang Lembap, 2. Kain baju berbahan Sintetis

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
freepik.com
Ilustrasi Bau Badan 

TRIBUNJOGJA.COM - Pernahkah merasa sud

Baca juga: 5 Makanan Porsi Kuli di Jogja, Murah Meriah dan Dijamin Bikin Kenyang

ah memakai deodoran berkali-kali, tapi bau badan tetap muncul? Cuaca yang semakin panas akibat perubahan iklim membuat keringat mudah muncul dan bau badan menjadi tantangan tersendiri.

Ternyata, deodoran saja tidak cukup jika sumber masalahnya ada pada kebiasaan sehari-hari yang sering tidak disadari.

Berikut lima penyebab utama bau badan tetap membandel sekaligus cara mengatasinya

1. Memakai Deodoran di Ketiak yang Lembap 

Banyak orang langsung mengoleskan deodoran setelah mandi tanpa memastikan ketiak benar-benar kering, atau menumpuk deodoran baru di atas keringat lama. 

Jika kulit basah, deodoran tidak akan terserap ke pori-pori, dan menumpuknya di atas keringat justru membuat aroma parfum bercampur dengan bakteri yang berkembang biak.

Tips: Pastikan ketiak benar-benar kering sebelum memakai deodoran. Jika perlu, gunakan tisu atau hair dryer dengan suhu dingin.

2. Jenis Kain Baju yang Menahan Keringat dan Bakteri

Walau ketiak wangi, baju yang dipakai bisa tetap menyimpan bau. Kain sintetis seperti poliester, yang sering digunakan pada baju olahraga atau kemeja murah, tidak menyerap keringat.

Keringat yang terperangkap di serat kain sintetis bercampur dengan bakteri dan menghasilkan bau yang kuat, bahkan setelah dicuci.

Tips: Pilih bahan alami seperti katun, linen, atau tencel yang memiliki sirkulasi udara baik dan lebih nyaman dipakai.

 

3. Penumpukan Sisa Produk Deodoran di Ketiak

Penggunaan deodoran jenis wax atau roll-on setiap hari bisa meninggalkan lapisan tipis (biofilm) yang tidak hilang hanya dengan sabun mandi biasa.

Lapisan ini memerangkap bakteri, sehingga ketiak bisa terasa licin atau berbau meski baru saja mandi.

Tips: Lakukan eksfoliasi ketiak 1–2 kali seminggu menggunakan toner AHA/BHA atau lulur halus untuk mengangkat sel kulit mati dan sisa produk.

4. Konsumsi Makanan Mengandung Sulfur

Apa yang dikonsumsi akan keluar melalui keringat. Makanan pedas atau berbumbu tajam, seperti bawang putih, bawang bombay, brokoli, dan daging merah, mengandung senyawa sulfur yang ketika dipecah tubuh menghasilkan bau menyengat.

Tips: Perbanyak minum air putih dan konsumsi sayuran hijau kaya klorofil untuk membantu menetralisir bau dari dalam tubuh.

5. Salah Memilih Deodoran atau Antiperspiran

Deodoran dan antiperspiran memiliki fungsi berbeda. Deodoran hanya menutupi bau dengan parfum, sedangkan antiperspiran mengandung bahan seperti aluminium untuk mengurangi produksi keringat.

Jika tipe orang yang mudah berkeringat, deodoran biasa tidak akan cukup menahan bau.

Tips: Gunakan produk yang berlabel antiperspiran-deodoran untuk perlindungan ganda, sehingga ketiak tetap kering dan wangi lebih lama.

Penutup

Perlu diingat, bau badan tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan atau jenis makanan. Faktor genetik, jenis kulit, mikrobioma kulit, dan aktivitas kelenjar keringat juga berperan penting.

Namun, jangan khawatir, bau badan tetap bisa dikontrol atau dikurangi dengan perawatan rutin, pemilihan pakaian yang tepat, penggunaan produk antiperspiran, dan menjaga kebersihan ketiak secara konsisten.

Dengan langkah-langkah sederhana ini, kulit bisa tetap wangi dan terasa segar sepanjang hari.

(MG ADZKIA HAFIDZA ELFADZ)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved