Smoothing vs Keratin: Ini Perbedaan, Manfaat, dan Hasilnya
Hasil smoothing membuat rambut terlihat lurus alami, jatuh, dan lebih rapi. Sedangkan keratin, hasilnya rambut jadi lebih halus, berkilau dan lembut.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Smoothing dan keratin sering dianggap sama karena sama-sama bertujuan membuat rambut lebih halus dan rapi.
Padahal, keduanya punya fungsi, proses, dan hasil yang berbeda. Supaya tidak salah pilih perawatan, yuk pahami perbedaan smoothing dan keratin berikut ini.
1. Tujuan Perawatan
Smoothing bertujuan untuk meluruskan rambut yang bergelombang atau mengembang agar tampak lebih lurus dan mudah diatur.
Sementara itu, keratin lebih fokus memperbaiki struktur rambut yang rusak, kering, dan kusam dengan menutrisi batang rambut menggunakan protein keratin.
Singkatnya:
- Smoothing = meluruskan rambut
- Keratin = menyehatkan rambut
2. Hasil Akhir Rambut
Hasil smoothing membuat rambut terlihat lurus alami, jatuh, dan lebih rapi. Namun, volume rambut biasanya akan berkurang.
Berbeda dengan keratin, hasilnya rambut menjadi lebih halus, berkilau, dan lembut, tetapi tidak membuat rambut benar-benar lurus. Rambut tetap bisa bergelombang, hanya saja lebih terkontrol.
3. Proses dan Kandungan
Smoothing menggunakan obat pelurus rambut yang bekerja mengubah struktur ikatan rambut, lalu dikunci dengan alat catok bersuhu tinggi.
Keratin menggunakan cairan yang mengandung protein keratin, vitamin, dan nutrisi yang diserap ke dalam batang rambut, kemudian dipanaskan agar meresap lebih maksimal.
Karena proses kimianya, smoothing cenderung lebih “keras” dibandingkan keratin.
4. Ketahanan
Hasil smoothing bisa bertahan 6–12 bulan, tergantung jenis rambut dan perawatan setelahnya, sedangkan keratin biasanya bertahan 2–4 bulan, karena sifatnya lebih ke perawatan, bukan perubahan struktur permanen.
5. Risiko dan Efek Samping
Smoothing berisiko membuat rambut menjadi lebih kering atau rapuh jika tidak dirawat dengan baik.
Keratin relatif lebih aman karena fokus pada perbaikan rambut, meski tetap perlu memperhatikan kandungan bahan yang digunakan.
6. Cocok untuk Siapa?
Smoothing cocok untuk:
- Rambut keriting
- Bergelombang
- Mengembang yang ingin tampak lurus.
Keratin cocok untuk:
- Rambut rusak
- Diwarnai, sering di-styling, atau kusam yang ingin kembali sehat dan berkilau.
Kesimpulan
Perbedaan smoothing dan keratin terletak pada tujuan dan hasilnya. Jika ingin rambut lurus tahan lama, smoothing bisa jadi pilihan. Namun, jika fokus utama adalah kesehatan dan kelembutan rambut, keratin lebih disarankan.
Sebelum memilih, pastikan kondisi rambut dan kebutuhanmu sudah sesuai agar hasilnya maksimal dan rambut tetap sehat.
(MG ADZKIA HAFIDZA ELFADZ)
| 4 Rekomendasi Vitamin Rambut Terbaik untuk Rambut Rusak dan Kering |
|
|---|
| Kasus Panti Pijat dan Salon di Bantul Digerebek Petugas, Ada Empat Remaja Ngamar |
|
|---|
| Perbedaan Undertone dan Skin Tone: Kunci Menentukan Shade Makeup |
|
|---|
| Perbedaan British English dan American English yang Sering Membingungkan |
|
|---|
| Inilah 20 Kata Bahasa Jawa Timur vs Jawa Tengah: Sama Bunyi, Beda Arti! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perbedaan-Keratin-dan-Smoothing.jpg)