5 Puisi Kehilangan: Saat Cinta Tinggal Kenangan
Kehilangan bukan sekadar perpisahan. Ia adalah ruang kosong yang tak terlihat, namun terus terasa.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Kehilangan digambarkan sebagai ruang kosong yang terus terasa meski tak terlihat.
- Sosok yang telah pergi tetap hidup dalam ingatan dan doa.
- Kehilangan mengajarkan makna mencintai tanpa harus memiliki.
TRIBUNJOGJA.COM - Kehilangan bukan sekadar perpisahan. Ia adalah ruang kosong yang tak terlihat, namun terus terasa.
Seseorang yang dulu hadir setiap hari, kini hanya tinggal dalam ingatan dan doa.
Sejak itu, dunia terasa berjalan lebih pelan dan sunyi.
Kita belajar bahwa rindu tak selalu punya alamat.
Bahwa cinta pun bisa berubah bentuk dari pelukan menjadi kenangan, dari suara menjadi doa.
Kehilangan mengajarkan kita arti mencintai tanpa memiliki.
Lima puisi berikut adalah potongan perasaan yang tak selalu bisa diucapkan.
Tentang duka, rindu, dan usaha perlahan untuk berdamai.
Langsung saja simak di bawah ini :
Baca juga: 5 Puisi Hari Ibu 22 Desember 2025 untuk Ibu yang Telah Meninggal
1. Kursi Kosong
Kursi itu masih di sana,
tempat kau biasa duduk dan tertawa,
namun kini hanya sunyi
yang setia menunggu.
Aku menyeduh kopi seperti biasa,
dua cangkir, lalu sadar—
satu di antaranya tak lagi diminum,
hanya dingin bersama waktu.
Kehilangan bukan tentang pergi,
tapi tentang tinggal
dalam hal-hal kecil
yang tak pernah kembali sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/puisi-sedih.jpg)