Mengupas Makna di Balik Lagu Ambon Beta Seng Marah Mitha Talahatu
Lagu ini menggunakan bahasa dari daerah Ambon dan menyatu dengan nuansa kerinduan serta ketidakpastian dalam sebuah hubungan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Lagu “Beta Seng Marah” dibawakan oleh penyanyi Ambon, Mitha Talahatu penyanyi legendaris timur ternama, cukup menarik perhatian.
Lagu ini menggunakan bahasa dari daerah Ambon dan menyatu dengan nuansa kerinduan serta ketidakpastian dalam sebuah hubungan.
Dengan aransemen yang sederhana namun menyentuh, Mitha menyulap kata-kata sehari-hari menjadi ungkapan hati yang bisa dirasakan banyak pendengar.
“Beta Seng Marah” yang artinya “Saya tidak marah” menggambarkan bahwa Ia tidak marah namun justru menyimpan luka yang tersembunyi di balik ketidakmarahan tersebut.
Nada dan liriknya menyiratkan bahwa ada kesedihan, perjuangan menerima kenyataan, dan upaya mempertahankan harga diri meskipun hati terasa terluka.
Penolakan sebagai Bentuk Perlindungan Diri
Meskipun judul menyatakan bahwa sang penyanyi “Saya tidak marah,” hal ini bisa jadi strategi emosional untuk melindungi diri sendiri.
Dengan mengatakan “seng marah,” atau tidak marah, hati berusaha tetap tenang agar tidak terluka lebih dalam.
Ini menggambarkan bahwa kadang-kadang seseorang memilih diam dan menerima daripada terus memperjuangkan sesuatu yang mungkin tak bisa dipertahankan.
Kesedihan yang Dipendam dalam Diam
Bait-bait lagu menyiratkan luka yang belum sembuh dan kerinduan yang terus bertahan “Meski hati terluka … mungkin saya harus terima.”
Ada rasa butuh untuk melepaskan, namun tidak ada keberanian penuh untuk mengungkapkan betapa dalam rasa sakit itu.
Lagu ini mencerminkan banyak individu yang memilih memendam kesedihan ketimbang menimbulkan konflik.
Penerimaan Meski Berharap Lebih
Di bagian lirik seperti “Mungkin beta harus terima / Ale ternyata bukan lahir par beta” yang artinya saya harus menerima kalau ternyata kamu bukan untuk saya.
| Smarai Perkenalkan ‘Optimis’ Lewat Film Pendek, Angkat Kisah Guru Honorer |
|
|---|
| Megatruh Soundsystem Hadirkan ‘Jagad Amuk Rakyat’, Mars Gelap Menuju Album Kedua |
|
|---|
| MOCTAR Rilis ‘Periodik’, Rangkum 15 Tahun Perjalanan Lewat Album dan Tur Toko Buku |
|
|---|
| Hoyoverse Berkolaborasi dengan MAPPA: Rilis Trailer Death in the Afternoon |
|
|---|
| ‘Delirium’, Ledakan Emosi The Troublemaker tentang Kesehatan Mental |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Beta-Seng-Marah-Mitha-Talahatu.jpg)