Jadwal dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan 7–8 September
Gerhana bulan bukan sekadar fenomena langit, tapi kesempatan beribadah melalui shalat khusuf yang hukumnya sunnah muakkad
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Berdasarkan buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs.Moh Rifa’i, shalat gerhana bulan bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu sederhana atau yang lebih utama.
1. Cara Utama (dianjurkan):
- Shalat dilakukan 2 rakaat dengan 4 kali rukuk dan 4 kali sujud.
- Pada rakaat pertama: setelah rukuk dan i‘tidal, kembali membaca Al-Fatihah lalu rukuk lagi, kemudian i‘tidal dan sujud.
- Rakaat kedua dilakukan dengan tata cara yang sama.
- Dengan demikian, total terdapat 4 kali rukuk, 4 kali i‘tidal, dan 4 kali sujud.
- Bacaan Al-Fatihah dan surat dibaca nyaring (jahr), berbeda dengan shalat gerhana matahari yang dibaca lirih.
- Disunnahkan membaca surat-surat panjang seperti Al-Baqarah, An-Nisa, atau Ali Imran.
2. Cara Sederhana (cukup sah)
- Shalat dua rakaat seperti shalat sunnah biasa, dengan 2 kali rukuk dan 2 kali sujud.
Kedua cara ini sah, tetapi melaksanakan cara utama lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Artinya, sholat ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan, baik secara berjamaah maupun sendirian.
Salat gerhana atau salat khusuf lebih dari sekadar ibadah; ia menjadi cara untuk merenungkan keagungan Allah.
Fenomena gerhana mengingatkan kita bahwa alam semesta tunduk pada kehendak-Nya.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa gerhana bulan dan matahari bukan terjadi karena kelahiran atau kematian seseorang, melainkan murni sebagai tanda kekuasaan Allah.
Dengan melaksanakan shalat gerhana, kita dapat:
- Meningkatkan keimanan dengan merenungi kekuasaan Allah.
- Menghindari syirik karena fenomena alam ini bukanlah hal yang mistis.
- Memperbanyak doa dan istighfar (permohonan ampun).
- Memperkuat rasa kebersamaan jika dilakukan secara berjemaah.
Baca juga: Ini Amalan Sunah Rabiulawal, Bulan Kelahiran Rasulullah SAW
Gerhana bulan pada 7-8 September 2025 adalah kesempatan emas untuk meningkatkan ibadah.
Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat khusuf dari awal hingga akhir gerhana.
Salat ini bisa dilakukan dengan dua rakaat dan empat kali rukuk, seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, atau dengan cara yang lebih sederhana, yaitu dua rakaat biasa.
Dengan menunaikan shalat gerhana, kita diingatkan akan kebesaran Allah dan dikuatkan dalam ketaatan.
Mari hidupkan sunah ini, baik di masjid maupun di rumah, agar setiap fenomena alam menjadi pengingat untuk semakin dekat kepada Sang Pencipta.
(MG/Sabbih Fadhillah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gerhana-bulan-penumbra-akan-terjadi-pada-11-januari-2020-kenali-3-jenis-gerhana-bulan.jpg)