Ini Amalan Sunah Rabiulawal, Bulan Kelahiran Rasulullah SAW
Rabiulawal bukan sekadar bulan Maulid Nabi, tapi juga kesempatan menambah amal ibadah dan meneladani Rasulullah SAW.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM- Mulai tanggal 25 Agustus 2025, kita sudah memasuki bulan Rabiulawal
Rabiulawal adalah bulan ketiga dalam kalender Hijriyah yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam.
Mengapa istimewa?
Seba bulan ini dikenal luas sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW tepatnya lahir pada 12 Rabiul Awal, sehingga disebut sebagai tahun Gajah.
Peristiwa ini juga dikenal dengan istilah Maulid Nabi Muhammad SAW dan diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia.
Selain kelahiran nabi Muhammad SAW, bulan ini adalah bulan hijrah Nabi ke Madinah juga wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Dengan demikian, bulan ini bukan sekadar peringatan kelahiran Nabi, tetapi juga momentum penting untuk memperbanyak amalan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rabiulawal
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Puasa merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah SWT.
Memperbanyak puasa di bulan Rabiulawal adalah salah satu bentuk syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Selain puasa Senin-Kamis, umat Islam juga bisa berpuasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, atau melaksanakan puasa sunnah Daud.
Orang yang rajin berpuasa akan dimasukkan Allah ke dalam surga melalui pintu khusus bernama Ar-Rayyan.
Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadis sahih sebagai berikut
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
Artinya: Nabi SAW ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau menjawab, “Itu adalah hari aku dilahirkan, pada hari itu aku diutus dan pada hari itu aku mendapatkan wahyu.” (HR. Muslim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kumpulan-kata-kata-ucapan-selamat-maulid-nabi-muhammad-bahasa-indonesia-dan-inggris.jpg)