Dukung Program MBG, DKP Gunungkidul Perkirakan Kebutuhan Ikan Capai 6,25 Ton Per Hari
Angka tersebut didapatkan dari hitungan kasar yakni total pelajar dikali dengan berat ikan untuk satu porsi makan.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul memperkirakan kebutuhan konsumsi ikan untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) mencapai 6,25 ton per hari.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Gunungkidul, Wahid Supriyadi, mengatakan angka tersebut didapatkan dari hitungan kasar yakni total pelajar dikali dengan berat ikan untuk satu porsi makan.
Di mana, total yang akan dilayani dalam program MBG sebanyak 125.000 pelajar.
Sedangkan untuk satu porsi makan anak sekolah dengan nilai standar mutu gizi membutuhkan ikan sekitar 50 gram -75 gram.
"Jadi, total 6,25 ton merupakan akumulasi kebutuhan ikan dalam satu hari berjalannya program MBG,"tuturnya saat dikonfirmasi pada Rabu (23/1/2025).
Maka dengan merujuk data tersebut, Wahid mengumpamakan jika menu ikan disajikan seminggu sebanyak tiga kali.
Maka, akumulasi setahun kebutuhan ikan untuk program MBG sebanyak 1000 ton.
"Kami siap menjadi stok ikan sebab produksi perikanan tangkap nelayan kita yang mencapai 6.058 ton/tahun, ditambah produksi perikanan budidaya maka relatif stoknya masih memadai dan mencukupi untuk masyarakat yang lain,"terang dia.
Baca juga: Imbas Hujan Deras, Aliran Sungai Bawah Tanah Pantai Baron Gunungkidul Meluap
Ditambahkan, selain menjamin ketersediaan stok perikanan baik tangkap maupun budidaya, pihaknya juga melakukan pendampingan dan pengawasan keamanan bahan pangan yang akan disajikan untuk para pelajar tersebut.
"Kami bersama dengan DKP DIY melalui Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan dan Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) KKP di Yogyakarta untuk memastikan dan mengawasi keamanan mutuals pangan segar sebagai bahan baku yang akan diolah dan dimasak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG),"ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gunungkidul, Arif Aldian, menambahkan untuk mendukung program MBG pihaknya akan melibatkan OPD terkait.
Seperti, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul dalam penyiapan jalan untuk keluar masuk kendaraan di lokasi kantor SPPG.
Kemudian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam penanganan sampah, Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja dalam penyiapan potensi kerjasama Badan gizi Nasional (BGN) dengan BUMDES maupun koperasi .
Lalu, Dinas Pertanian & Tanaman Pangan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan dalam penyediaan pasokan bahan baku makanan. Dinas Pendidikan dalam penyiapan data peserta didik pada lokus sasaran MBG.
Dan, Dinas Kesehatan terkaitan sertifikasi higienitas, sanitasi hingga pemantauan kondisi kesehatan makanan.
"Jadi, rancangan untuk mendukung program MBG sudah kami siapkan. Dan, saat ini yang sudah dikerjakan itu dari DPUPRKP perbaikan jalan. Lalu, Disdik data sasaran MBG peserta didik dr Disdik. Sementara untuk yang lain menyesuaikan waktu pelaksanaan MBG dari SPPG BGN yang ada di Kabupaten Gunungkidul,"tandasnya. (*)
| Buntut Dugaan Keracunan Menu MBG, Penyaluran Dana ke SPPG Srihardono 1 Dihentikan Sementara |
|
|---|
| Jatah MBG ke Pelajar Kulon Progo Mulai Didistribusikan untuk 5 Hari dalam Sepekan |
|
|---|
| Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Bantul, Operasional Dua SPPG Dihentikan Sementara |
|
|---|
| Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Bantul, Kepala SDN Monggang Beberkan Kronologinya |
|
|---|
| Disdikpora Kulon Progo Masih Menunggu Arahan Resmi soal Pelaksanaan MBG Jadi 5 Hari Sepekan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Nelayan-Gunungkidul-saat-menunjukkan-hasil-tangkapannya.jpg)