Dukung Program MBG, DKP Gunungkidul Perkirakan Kebutuhan Ikan Capai 6,25 Ton Per Hari

Angka tersebut didapatkan dari hitungan kasar yakni total pelajar dikali dengan berat ikan untuk satu porsi makan.

Dok.Istimewa
Nelayan Gunungkidul saat menunjukkan hasil tangkapannya, Kamis (23/1/2025) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul memperkirakan kebutuhan konsumsi ikan untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) mencapai 6,25 ton per hari.
 
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Gunungkidul, Wahid Supriyadi, mengatakan angka tersebut didapatkan dari hitungan kasar yakni total pelajar dikali dengan berat ikan untuk satu porsi makan.

Di mana, total yang akan dilayani dalam program MBG  sebanyak 125.000 pelajar.

Sedangkan untuk  satu porsi makan anak sekolah dengan nilai standar mutu gizi membutuhkan ikan sekitar 50 gram -75 gram.

"Jadi, total 6,25 ton merupakan akumulasi kebutuhan ikan dalam satu hari berjalannya program MBG,"tuturnya saat dikonfirmasi pada Rabu (23/1/2025).

Maka dengan merujuk data tersebut, Wahid mengumpamakan jika menu ikan disajikan seminggu sebanyak tiga kali.

Maka, akumulasi setahun kebutuhan ikan untuk program MBG sebanyak 1000 ton.

"Kami siap menjadi stok ikan sebab  produksi perikanan tangkap  nelayan kita  yang mencapai 6.058 ton/tahun, ditambah produksi perikanan budidaya maka relatif stoknya masih memadai dan mencukupi untuk masyarakat yang lain,"terang dia.

Baca juga: Imbas Hujan Deras, Aliran Sungai Bawah Tanah Pantai Baron Gunungkidul Meluap

Ditambahkan, selain menjamin ketersediaan stok perikanan baik tangkap maupun budidaya, pihaknya juga melakukan pendampingan dan pengawasan keamanan bahan pangan yang akan disajikan untuk para pelajar tersebut.

"Kami bersama dengan DKP DIY melalui Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan dan Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) KKP di Yogyakarta untuk memastikan dan mengawasi keamanan mutuals pangan segar sebagai bahan baku yang akan diolah dan dimasak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG),"ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gunungkidul, Arif Aldian, menambahkan untuk mendukung program MBG pihaknya akan melibatkan OPD terkait.

Seperti, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul dalam penyiapan jalan untuk keluar masuk kendaraan di lokasi kantor SPPG.

Kemudian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam penanganan sampah, Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja dalam penyiapan  potensi kerjasama Badan gizi Nasional (BGN) dengan BUMDES maupun koperasi .

Lalu, Dinas Pertanian & Tanaman Pangan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan dalam penyediaan pasokan bahan baku makanan. Dinas Pendidikan dalam penyiapan data peserta didik pada lokus sasaran MBG.

Dan, Dinas Kesehatan terkaitan sertifikasi higienitas, sanitasi hingga  pemantauan kondisi kesehatan makanan.

"Jadi, rancangan untuk mendukung program MBG sudah kami siapkan. Dan, saat ini yang sudah  dikerjakan itu dari  DPUPRKP perbaikan jalan. Lalu, Disdik data sasaran MBG  peserta didik dr Disdik. Sementara untuk yang lain menyesuaikan waktu pelaksanaan MBG dari SPPG BGN yang ada di Kabupaten Gunungkidul,"tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved