Empat Korban Longsor Sukabumi Belum Ditemukan
Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap empat warga di Sukabumi, Jawa Barat yang hilang dalam bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANDUNG - Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap empat warga di Sukabumi, Jawa Barat yang hilang dalam bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Keempat korban yang belum diketahui nasibnya itu yakni Siti Hamidah (8), warga Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Emah (50), warga Kampung Gunung Baen, Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung.
Lalu Euis (44), warga Kampung Cibeureum, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, dan Ojang (52), warga Kampung Darmawangi, Desa Sinasari Kecamatan Pabuaran.
Keempatnya hilang saat terjadi bencana tanah longsor di wilayahnya.
Sementara dalam bencana hidrometeorologi yang menerjang wilayah Sukabumi beberapa waktu yang lalu, lima orang dinyatakan tewas.
Dikutip dari Kompas.com, Pranata Humas Ahli Muda BPBD Provinsi Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan, lima korban yang ditemukan dalam kondisi tewas terdiri dari empat korban longsor dan satu korban banjir.
Baca juga: Antisipasi Arus Lalu Lintas Nataru, Dishub DIY Klaim Jalur Alternatif dalam Kondisi Baik
Empat korban longsor itu adalah Aden Dafa (11), Ade Wahyu (11), Elma Ayunda (27), warga Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, dan Sahroni (47), warga Kampung Ciawi Tali, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.
"Empat orang ini merupakan korban terdampak bencana longsor," ucap Hadi yang dihubungi, Jumat (6/12/2024).
Satu korban tewas akibat banjir adalah Dadang (65), warga Kampung Ciemas, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas.
Berdasarkan laporan sementara BPBD Jabar, total bencana di Kabupaten Sukabumi ada sekitar 291 titik bencana di 38 Kecamatan, dengan rincian 131 kejadian tanah longsor, 72 kejadian banjir, 24 kejadian angin kencang dan 64 kejadian pergerakan tanah.
Adapun 1.487 KK atau 3.497 jiwa terdampak bencana, sedang yang mengungsi 289 KK atau 1.400 jiwa, sementara yang terancam 312 KK atau 516 jiwa.
Bencana ini juga telah merusak 589 rumah yang terdiri dari 255 rusak ringan, 123 rusak sedang, dan 211 rusak berat. Sementara itu, ada sekitar 293 rumah dalam kondisi terancam, dan 473 rumah dalam kondisi terendam. (*)
| Tanjakan Clongop Kembali Longsor, Batu Seukuran Mobil Tutupi Badan Jalan Utama Gedangsari-Klaten |
|
|---|
| Tebing Setinggi 25 Meter di Tanjakan Clongop Longsor, Jalur Penghubung Gunungkidul-Klaten Ditutup |
|
|---|
| Hujan Ekstrem Picu Longsor di 7 Titik Wilayah Kulon Progo, Terjang Rumah hingga Tutup Jalan |
|
|---|
| Bupati Kulon Progo Imbau Warga di Wilayah Rawan Longsor untuk Tingkatkan Kewaspadaan |
|
|---|
| Pemkab Gunungkidul Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Tancep |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Empat-Korban-Longsor-Sukabumi-Belum-Ditemukan.jpg)