Menggali Potensi Ekonomi Kreatif dalam Program Desa Mandiri Budaya
Beny menjelaskan bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah semangat memperkuat perekonomian lokal, Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono, menekankan pentingnya pemetaan potensi dan peluang dari program Desa/Kalurahan Mandiri Budaya.
Dalam acara Ekspose Hasil Pemantauan dan Evaluasi Penyelenggaraan Kebijakan di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta, pada Rabu (16/10/2024), Beny menjelaskan bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Melalui strategi ekonomi kreatif, kita dapat membantu desa untuk mandiri dan berdaya. Desa Mandiri Budaya ini merupakan hasil kolaborasi empat pilar—budaya, wisata, prima, dan preneur—yang bertujuan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran,” ungkap Beny.
Beny menegaskan bahwa masyarakat harus diberdayakan untuk mengelola potensi dan kekayaan desa mereka secara mandiri.
“Pertumbuhan ekonomi harus ada di tangan masyarakat itu sendiri,” tambahnya.
Pengembangan ekonomi berbasis budaya, menurut Beny, bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti penguatan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, pengembangan pariwisata, inovasi produk, serta pemasaran digital yang berkelanjutan.
Ia berharap kolaborasi ini juga akan mengingatkan semua elemen di DIY untuk menjadikan kalurahan sebagai ruang yang berdaulat dan inovatif, dengan melibatkan partisipasi aktif warga dalam pembangunan.
Baca juga: Festival Lumbung Mataraman 2024, Menuju Kemandirian Pangan di DIY
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY, Yuna Pancawati, menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi lapangan yang menunjukkan perlunya dukungan antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Kami perlu meningkatkan kapasitas SDM untuk memastikan kebijakan ini berdampak pada kesejahteraan melalui inovasi dan kreativitas,” ujarnya.
Yuna juga menambahkan pentingnya kemampuan aparat desa dalam mengintegrasikan program ini ke dalam perencanaan anggaran desa.
“Kegiatan ini bertujuan menggali ide-ide kreatif yang bisa menciptakan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan mandiri,” jelasnya.
Sebagai bagian dari acara, juga diserahkan raport penilaian hasil monitoring evaluasi Desa Mandiri Budaya tahun 2024.
Lima kalurahan berhasil meraih predikat 'Sangat Baik': Kalurahan Jerukwudel, Girisubo, Kalurahan Trimurti, Srandakan, Kalurahan Panggungharjo, dan Kalurahan Gilangharjo.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ekonomi kreatif dapat menjadi jembatan menuju kesejahteraan masyarakat desa, mendorong kolaborasi, dan mengoptimalkan potensi yang ada. (*)
| Pemda DIY Jaga Pertumbuhan Ekonomi Positif, Kejar Target 6 Persen |
|
|---|
| ASN Pemda DIY Bakal WFH Tiap Hari Rabu, Ini Alasannya |
|
|---|
| Sekda DIY Pastikan WFH ASN Bukan Hari Libur: Wajib Ada Laporan dan Output Harian |
|
|---|
| Arsitektur sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif: Integrasi Seni Budaya dalam Pembangunan Kota |
|
|---|
| Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu per Kg, Ini Penjelasan dan Imbauan Pemda DIY |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ekspose-Hasil-Pemantauan-dan-Evaluasi-Penyelenggaraan-Kebijakan.jpg)