Yogyakarta jadi Tuan Rumah Pertemuan Internasional Tunarungu
Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan 36th WFD RS Asia Representatives Meeting.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kota Yogyakarta baru-baru ini menjadi pusat perhatian komunitas tunarungu dunia. Selama empat hari, mulai tanggal 15 hingga 18 Agustus 2024, Hotel Santika Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan 36th WFD RS Asia Representatives Meeting.
Acara ini diselenggarakan oleh Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) dan dihadiri oleh perwakilan dari 12 negara anggota WFD RS Asia, 9 negara peserta Youth Camp, serta 16 negara anggota WASLI Asian Interpreter's.
Sekretaris 36th WFD RS Asia Representatives Meeting, Dita Rukmini S mengatakan, pertemuan ini memiliki makna historis tersendiri bagi GERKATIN.
"Setelah sukses menjadi tuan rumah pertama pada tahun 2004, kini GERKATIN kembali dipercaya untuk menyelenggarakan acara bergengsi tingkat Asia ini. Lebih istimewa lagi, kali ini Yogyakarta tidak hanya menjadi tuan rumah pertemuan utama, tetapi juga menjadi tuan rumah Youth Camp di Kaliurang serta pertemuan WASLI," ungkapnya.
Salah satu tujuan utama pertemuan ini adalah untuk berbagi pengalaman dan best practices dalam mengelola organisasi tunarungu di masing-masing negara.
Para peserta juga membahas berbagai isu terkini yang dihadapi oleh komunitas tunarungu, seperti akses pendidikan, pekerjaan, dan teknologi.
Baca juga: Warga Ledok Tukangan dan Aliansi Mahasiswa Kibarkan 79 Bendera di Kali Code, Ajak Lestarikan Sungai
"Pertemuan ini merupakan ajang yang sangat penting bagi kami untuk saling belajar dan memperkuat kerjasama," ujarnya.
"Kami berharap hasil dari pertemuan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh anggota WFD RS Asia," tambahnya.
Selain pertemuan utama, Youth Camp yang diadakan di Kaliurang memberikan kesempatan bagi generasi muda tunarungu untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman.
Sementara itu, WASLI fokus pada isu-isu terkait penerjemahan bahasa isyarat.
Salah satu momen yang paling menarik dalam acara pembukaan adalah penampilan pentas seni oleh siswa tunarungu-buta dari SLB Hellen Keller Indonesia (HKI).
Penampilan mereka yang luar biasa membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk berkreasi dan berkarya.
Salah satu hasil penting dari pertemuan ini adalah dibentuknya organisasi khusus wanita tingkat Asia. Keputusan ini menunjukkan komitmen komunitas tunarungu untuk memperjuangkan kesetaraan. (HAN)
| Cerita Santri Darul Ashom di Godean Sleman, Mengejar Cita-cita Jadi Pengajar Agama bagi Tunarungu |
|
|---|
| DIY Jadi Tuan Rumah WFD RSA 2024, Event Internasional Tunarungu |
|
|---|
| Balita Yang Hilang di Selokan Mataram Ditemukan Sudah Meninggal di Dam |
|
|---|
| Telkomsel Hadirkan Layanan Khusus Untuk Teman Tuli di 19 GRaPARI di Indonesia |
|
|---|
| Mengenal Ponpes Darul A'Shom, Tempat Belajar Agama Islam dan Alquran dengan Bahasa Isyarat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Yogyakarta-jadi-Tuan-Rumah-Pertemuan-Internasional-Tunarungu.jpg)