Disdikpora Kulon Progo Kaji Masalah Sekolah Kurang Murid di Jenjang SD
Masalah ini terjadi saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Tahun Ajaran 2024/2025.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo tengah membahas masalah sekolah yang mengalami kekurangan murid baru.
Masalah ini terjadi saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Tahun Ajaran 2024/2025.
Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi, tak menampik bahwa cukup banyak sekolah di wilayahnya yang mengalami kekurangan murid.
"Sampai saat ini kami masih terus mendata sekolah yang muridnya kurang," jelas Nur pada Selasa (16/07/2024).
Menurut pendataan sejauh ini, ia mengungkapkan jika masalah tersebut paling banyak dialami jenjang Sekolah Dasar (SD).
Kebanyakan SD yang kekurangan murid berada di Perbukitan Menoreh, seperti Kapanewon Kokap, Samigaluh dan Kalibawang.
Nur menilai ada sejumlah faktor mengapa sejumlah SD di sana mengalami kekurangan murid.
Salah satunya karena kondisi geografis hingga lokasi sekolah yang dinilai sulit diakses dari pemukiman warga.
Baca juga: BKKBN DIY Jadikan Kulon Progo Lokasi Pelaksanaan Harganas 2024 Tingkat Provinsi
Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah minimnya anak usia sekolah yang berada di pemukiman dekat berbagai SD tersebut.
Berbagai kondisi tersebut membuat pelayanan pendidikan jadi kurang efektif.
"Permasalahan itu yang kini jadi bahan kajian kami," ujarnya.
Nur membuka opsi penggabungan sekolah alias regrouping. Namun perlu pertimbangan yang sangat matang sebelum kebijakan regrouping tersebut direalisasikan.
Sebab menurutnya, kebijakan penggabungan juga perlu melihat bagaimana kondisi lingkungan sekitar sekolah.
Seperti aksesibilitas hingga potensi jumlah anak usia sekolah yang ada di sana.
"Jangan sampai muncul masalah baru dari kebijakan regrouping," kata Nur.
| 300an Guru Status JLOP Kulon Progo Belum Terima Honor Sejak Januari, Pemkab Bingung Skema Penggajian |
|
|---|
| Jumlah Pekerja Proyek Sekolah Rakyat di Lendah 840 Orang, 25 Persennya Berasal dari Kulon Progo |
|
|---|
| Progres Sekolah Rakyat di Kulon Progo Lambat, Menko AHY Minta Pembangunan Dipercepat |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Belum Tentukan Skema WFH, Terkendala Atur Presensi Hingga Kinerja |
|
|---|
| Lima Kalurahan di Kulon Progo Dikukuhkan Sebagai Desa Binaan Imigrasi, Cegah TPPO dan TPPM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Disdikpora-Kulon-Progo-Nur-Wahyudi-1672024.jpg)