Berita Bantul Hari Ini

37 Wisatawan di Pantai Parangtritis Tersengat Ubur-ubur

Rata-rata orang yang tersengat ubur-ubur di Pantai Parangtritis berusia anak-anak. 

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM/Neti Istimewa Rukmana
Suasana di Pantai Parangtritis, Kamis (6/7/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Search and Rescue (SAR) Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Wilayah Operasi III Parangtritis , mencatat, sejak Kamis-Rabu (29 Juni-5 Juli 2023) terdapat 37 orang yang terkena sengatan ubur-ubur di Pantai Parangtritis

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah Operasi III Parangtritis , M Arif Nugraha, mengatakan, rata-rata orang yang tersengat ubur-ubur tersebut berusia anak-anak. 

"Bisanya anak-anak itu tersengat karena ketidaktahuan soal ubur-ubur. Kalau orang dewasa rata-rata sudah paham, apalagi sekarang informasi soal ubur-ubur sudah beredar di media sosial," tuturnya kepada Tribunjogja.com , Kamis (6/7/2023).

Untuk itu, pihaknya terus melakukan pengawasan dan peringatan untuk tetap berhati-hati saat bermain air di Pantai Parangtritis .

Pasalnya, ubur-ubur sendiri akan muncul di pesisir pantai saat musim kemarau, seperti yang berlangsung di Pantai Parangtritis . 

Baca juga: Korban Sengatan Ubur-ubur di Pantai Parangtritis Terus Bertambah, Total Terkini Ada 35 Orang

"Kami sendiri setiap jam sekali memberikan imbauan atau peringatan mengenai potensi-potensi bahaya yang ada. Seperti peringatan hati-hati saat bermain air di Pantai Parangtritis maupun peringatan hati-hati saat gelombang tinggi berlangsung di Pantai Parangtritis ," kata Nugraha.

"Kalau pengunjung ramai, maka kami lebih sering lagi memberikan peringatan potensi bahaya yang ada. Kalau saat ini kan kunjungan wisatawan ke Pantai Parangtritis meningkat. Ada dua kali lipat dari biasanya, jadi kami lebih sering lagi memberikan imbauan kepada wisatawan," imbuh dia.

Penanganan Ubur-ubur 

Nugraha menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak panik apabila masyarakat tiba-tiba tersengat ubur-ubur.

Sebab, pihaknya telah berpengalaman dalam melakukan penanganan pertama bagi masyarakat yang terkena sengatan ubur-ubur

"Yang pasti penanganan pertama itu dibersihkan dulu. Kemudian, diberikan air cuka. Karena, air cuka itu berfungsi menangkal racun dari ubur-ubur agar tak menyebar ke tubuh," tutup dia. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved