Muallimaat Yogyakarta Adakan Napak Tilas Perjuangan Muhammadiyah
Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan jalan sehat, Senin (21/9/2015) kemarin.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memperinganti Milad ke-106 Muhammadiyah, Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan jalan sehat, Senin (21/9/2015) kemarin.
Jalan sehat yang diikuti sekitar 1200 peserta tersebut menempuh rute dari Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta – Jl KHA Dahlan – Jl KH Wakhid Hasyim – Jl Taman Sari – Jl Kadipaten Kidul – Jl Ngasem – Jl H Agus Salim – Jl Suronatan.
Agustiyani Ernawati selaku Direktur Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta, berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan semangat keluarga besar Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta dalam ber-Muhammadiyah.
Selain juga mampu meningkatkan keakraban antara para siswi, guru dan karyawan. Pada kesempatan itu dilakukan lomba yel-yel dan kreativitas siswi serta dimeriahkan drumband dan kesenian.
"Selama ini, BPH (Badan Pengurus Harian) Muallimin/Muallimaat berusaha mengembangkan Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta agar visi, misi dan tujuan Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta terwujud," ujar Agustyani Ernawati
Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta – merupakan lembaga pendidikan langsung di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah – juga melakukan napak tilas perjuangan Muhammadiyah diikuti siswi kelas VII-XII sebanyak 6 angkatan.
“Untuk mengembangkan Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta kami mengharapkan komunikasi dan kerja sama dari semua pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung,” terang Agustiyani Ernawati.
Diakuinya, guru dan karyawan akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi perkembangan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, baik secara kualitas maupun kuantitas.
“Sehingga Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta mampu menjawab tantangan zaman,” papar Agustyani Ernawati.
Untuk memupuk jiwa kepemimpinan generasi muda, khususnya remaja putri, siswi Madrasah Mualimat selaku kader Muhammadiyah dan Aisyiyah dituntut untuk berwawasan luas. Dan, jiwa kritis selaku generasi putri juga dipupuk sejak dini.
“Selaku kader Muhammadiyah tidak hanya faham dalam bidang agama, akan tetapi harus pula menguasai persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Agustyani.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mualimat_20150922_160031.jpg)