Kawasan Alun-alun Utara Jadi Lokasi Pacaran

Beberapa pasangan hanya ngobrol berjam-jam di atas motor yang diparkir. Sejumlah pasangan lain ada yang berani melakukan tindakan yang kurang sopan.

Penulis: esa | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tindakan asusila kini mewarnai halaman depan Keraton Kasultanan Yogyakarta setiap malam hari. Kawasan alun-alun utara yang sedianya menjadi ruang publik kini disalahgunakan oleh para remaja kasmaran untuk memadu kasih.

Pantauan Tribun Jogja, sejumlah pasangan muda-mudi mulai memadati Alun-alun utara sekitar pukul 19.00 WIB hingga tengah malam. Ironisnya, mereka tak lagi mencari lokasi sepi di pinggiran alun-alun untuk berduaan.

Pasangan-pasangan ini justru memarkirkan sepeda motornya di tengah lapangan. Lantas menghabiskan waktu berduaan di atas motor itu.

Beberapa pasangan hanya ngobrol berjam-jam di atas motor yang diparkir. Namun, saat Tribun berkeliling, sejumlah pasangan mulai berani melakukan tindakan yang kurang sopan.

Mereka duduk berdempetan dan berpelukan di ruang publik tersebut. Banyaknya pengunjung lain yang berseliweran nampaknya tak membuat mereka canggung. Bahkan, pada akhir pekan, Sabtu (21/9/2013) malam, jumlah pasangan-pasangan itu semakin banyak.

Jika pada hari biasa, hanya ada sekitar belasan pasangan yang nongkrong di sepeda motor-sepeda motor. Namun pada akhir pekan, alun-alun utara semakin disesaki oleh pasangan itu.

Hampir setiap lima meter, ada satu sepeda motor yang diparkirkan dan dimanfaatkan untuk lokasi bercengkerama pasangan-pasangan muda.

Ketua Forum Komunikasi Alun-alun utara, M Fuad mengatakan, semenjak adanya pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) ke pinggir alun-alun, bagian tengah alun-alun justru jadi sepi dan kurang penerangan.

Upaya pemindahan itu dilakukan sekitar Agustus 2013 selaras dengan penataan kawasan tahap awal sembari menunggu Detail Engineering Design (DED) Alun-alun utara ditetapkan oleh Pemda DIY.

PKL dan angkringan yang biasa tersebar di seluruh kawasan alun-alun, kini dipusatkan di sisi timur selatan saja. Dengan demikian, wajah Keraton Kasultanan Yogyakarta bisa lebih terlihat tanpa terganggu PKL.

Di sisi lain, pemindahan PKL itu menyebabkan fasilitas penerangan juga hanya terpusat di lokasi PKL dan menimbulkan lokasi-lokasi remang di sisi lainnya.

Lokasi remang di tengah lapangan itulah yang kini digunakan oleh para pasangan remaja untuk berduaan. Meski demikian, menurut Fuad, tindakan para pasangan remaja itu masih dalam batasan wajar.

Sehingga, ia maupun Pemerintah Kota Yogyakarta belum pernah melakukan pembahasan khusus untuk mengantisipasi penyalahgunaan muka Keraton itu menjadi area mesum.

"Saya belum dapat laporan adanya tindakan mesum. Tapi memang tengah lapangan (alun-alun utara) sekarang banyak dimanfaatkan remaja untuk pacaran dan nongkrong," ucap Fuad kepada Tribun Jogja, Minggu (22/9/2013). (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved