34 Anak Ikuti Festival Dalang Cilik di Klaten
Sebanyak 34 dalang cilik dari Soloraya dan DIY mengikuti Festival Dalang Cilik
Penulis: oda | Editor: Rina Eviana Dewi
Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 34 dalang cilik dari Soloraya dan DIY mengikuti Festival Dalang Cilik yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten Rabu (26/6/2013) pagi. Kegiatan di Pendopo Monumen Juang '45 Klaten yang diikuti anak-anak dengan batasan usia 14 tahun itu berlangsung selama dua hari.
“Penilaian yang akan menjadi dasar para juri diantaraya pada Sabet Ontowecono atau karakter suara dan terakhir pada penilaian kecocokan antara permainan tokoh wayang dengan iringan gamelan. Setiap dalang juga diberikan durasi waktu selama 40 hingga 45 menit,” tutur Kabid Kebudayaan Disbudparpora Klaten, Atiek Sriwiyati, kepada Tribunjogja.com, di Klaten, Rabu (26/6/2013).
Selain untuk menyambut Ulang Tahun Klaten yang ke-209, festival tersebut digunakan sebagai bentuk fasilitas atau sarana bagi dalang cilik untuk menampilkan ketrampilannya mendalang.
“Dengan adanya event seperti ini diharapkan semangat generasi muda untuk melestarikan budaya terus meningkat. Bibit dalang sebenarnya banyak, hanya saja sarana untuk mengapresiasi keterampilan mereka untuk mendalang, seperti festival ini masih kurang,” pungkasnya.
Salah satu peserta festival tersebut, Mantep Pradipta Wisanggeni (12), mengaku, bercita-cita ingin menjadi dalang. Bocah yang hendak naik ke tingkat SMP sudah belajar memainkan wayang kulit sejak duduk di kelas 1 SD.
“Saya bercita-cita jadi dalang. Saya belajar mendalang dari ayah saya. Saya suka mendalang karen dapat memainkan tokoh wayang,” ucap Pradipta, asal Desa Gemawang, Kecamatan Girimarto, Wonogiri, yang melakonkan kisah wayang kulit berjudul Sesaji Rojosoyo,” tuturnya. (*)