Masbup Klaten

Bupati Klaten Turun Tangan Sambangi Siswa Gagal Jadi Tim Lomba Aubade kemudian Mengurung Diri

Seorang siswa SMP Negeri 2 Klaten tidak masuk sekolah selama tujuh hari dan sempat ramai jadi pembicaraan di media sosial.

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
KUNJUNGAN BUPATI KE SEKOLAH: Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dan Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, berkunjung ke SMPN 2 Klaten, Selasa (26/8/2025 

Pihaknya pun mengaku terus berkomunikasi dengan orang tua siswa A, agar yang bersangkutan bisa segera masuk sekolah. 

Sebab, pihaknya khawatir hal itu akan berdampak terhadap pendidikan siswa A yakni bisa ketinggalan pelajaran karena tidak masuk sekolah. 

"Mengingat siswa kami sudah kelas IX dan bentar lagi ujian tengah semester. Jai kami akan terus berupaya menjalin komunikasi dengan orang tua, sesuai SOP yang ada di tempat kami," 
tandasnya. 

Keterangan Orangtua

Ibu siswa A, Vita, membenarkan anak sulungnya tidak lolos seleksi sebagai peserta aubade SMPN 2 Klaten

Kabar itu baru diketahui pada 7 Agustus 2023 ketika anaknya tiba-tiba minta maaf karena tidak lolos sebagai peserta aubade. 

Ia pun mencari tahu alasan anaknya tidak lolos. 

Hingga mengetahui alasannya agar seragam menggunakan atribut tertentu. Sehingga, dia pun menilai hal itu diskriminasi kepada anaknya. 

"Benar anak saya sudah tujuh hari tidak masuk sekolah. Setelah postingan itu viral, anak saya kena mental. Baru beberapa hari ini mau makan dan minum wedang jahe," ujarnya. 

Bupati Klaten Turun Tangan

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dan Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, menanggapi kabar tersebut dengan mengunjungi rumah siswa A di Desa Somopuro, Kecamatan 
Jogonalan, Kabupaten Klaten dan SMPN 2 Klaten pada Selasa (26/8/2025).

"Hari ini kami bersama Mas Wakil, Ketua FKUB, Dinas Pendidikan tabayun kemudian klarifikasi ke SMPN 2 Klaten dan rumah siswa A." 

"Alhamdulillah tadi bisa bertemu siswa A dan orang tuanya serta berdiskusi dengan Kepala Sekolah dan guru SMPN 2 Klaten," ungkap Hamenang kepada Tribun Jogja, Selasa 
(26/8/2025). 

Pada pertemuan itu, Hamenang menyebut kedua belah pihak menyampaikan cerita masing-masing perihal polemik seleksi tim aubade. 

Dalam kunjungan itu, pihaknya memastikan siswa A tetap mendapatkan hak pendidikannya dengan mendorong segera kembali masuk sekolah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved