Kesehatan
Kenali 5 Gangguan Mental Paling Umum dan Gejala Kemunculannya
Mengenali gejala serta jenis gangguan dari kesehatan mental tidak bertujuan untuk mendiagnosis diri sendiri serta orang lain.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- 5 Jenis gangguan mental yang paling sering dialami.
- Gangguan mental dapat berdampak pada fisik penderitanya.
- Mengenali gangguan mental bertujuan untuk menumbuhkan sikap peduli akan isu kejiwaan, bukan untuk mendiagnosis diri sendiri maupun orang lain.
TRIBUNJOGJA.COM – Kesehatan mental merupakan salah satu bagian kesehatan dari diri kita yang terkadang jarang mendapatkan perhatian.
Hal ini sering mengakibatkan kaburnya batas antara perasaan sedih biasa dengan gangguan klinis.
Demi mencegah kaburnya batasan tersebut, penting bagi Anda untuk mengenali gangguan mental umum yang paling sering dialami, serta bagaimana gejala munculnya.
Berikut adalah 5 kondisi psikologis yang paling sering muncul berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) dan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disoders (DSM):
1. Gangguan Depresi Mayor
Depresi Mayor atau yang dikenal juga dengan depresi klinis merupakan suatu kondisi di mana suasana hati seseorang merasa tertekan secara terus menerus.
Gejala utamanya biasa akan berputar pada siklus sedih, hampa, atau putus asa.
Depresi Mayor juga dapat dilihat indikasinya pada gangguan fisik seperti gangguan tidur, perubahan drastis pada nafsu makan, hingga perubahan berat badan yang signifikan.
2. Gangguan Kecemasan Umum (GAD)
Jika Anda sering merasa mudah khawatir, mungkin saja Anda tengah mengalami Gangguan Kecemasan Umum, atau yang dikenal juga dengan istilah Generalized Anxiety Disorder (GAD).
GAD ini dapat ditandai dengan munculnya kekhawatiran berlebih yang sulit dikendalikan, selama minimal 6 bulan.
Kecemasan ini juga dapat berdampak hingga ke aspek fisik, seperti mudah lelah hingga ketegangan otot.
Baca juga: 24 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Alarm Awal Gangguan Mental, Jangan Disepelekan Meski Kelihatannya Wajar
3. Gangguan Bipolar
Bipolar merupakan sebuah roller coaster emosi yang teramat ekstrem yang dapat ditandai dengan dua fase utama yaitu mania (suasana hati yang tinggi) dan depresi (suasana hati yang rendah).
Pada fase mania, penderitanya akan mengalami lonjakan energi yang begitu tinggi, hingga berdampak pada menurunnya kebutuhan tidur (hanya tidur beberapa jam namun merasa sangat segar).
Setelah lonjakan tersebut, giliran fase kedua, depresi yang akan muncul.
Pada fase tersebut penderita bipolar akan mengalami gangguan depresi mayor yang sangat menguras energi dan mental, seolah tidak mampu melakukan apa-apa.
4. Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD)
Obsessive -Compulsive Disorder (OCD) merupakan kondisi di mana penderitanya akan terjebak dalam obsesi untuk melakukan tindakan berulang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-pria-depresi.jpg)