Respons UGM terhadap Petisi Orang Tua Korban Little Aresha

Orang tua korban dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Little Aresha Daycare kecewa atas sikap UGM.

Tayang:
Tribun Jogja/Hanif Suryo
TANGGAPAN UGM SOAL DOSEN - Lokasi Daycare Little Aresha di Umbulharjo Yogyakarta. Tempat penitipan anak ini menjadi tempat terjadinya kekerasan terhadap para balita yang dititipkan. Orang tua korban dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Little Aresha Daycare kecewa atas sikap UGM. Pasalnya, UGM dinilai kurang tegas dalam menyikapi peran Cahyaningrum Dewojati sebagai penasihat di yayasan daycare tersebut.  

"Kami tidak memberikan pembelaan hukum secara institusional terhadap tindakan yang berada di luar ranah kedinasan dan akademik. Kami terus melakukan pemantauan perkembangan kasus ini secara saksama," lanjutnya.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap penegakan hukum yang dilakukan oleh Polresta Yogyakarta. Sejalan dengan penegakan hukum itu, FIB UGM menghormati proses yang sedang berlangsung hingga adanya keputusan hukum yang tetap dan berkomitmen untuk bersikap kooperatif.

"FIB UGM berharap agar proses hukum ini dapat berjalan dengan transparan, adil, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak, terutama dalam memberikan keadilan bagi para korban. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya ruang aman bagi anak. FIB UGM mendukung penuh terciptanya lingkungan sosial yang inklusif dan bebas dari kekerasan," pungkasnya.

Baca juga: Buntut Kekecewaan terhadap Sikap UGM, Orang Tua Korban Little Aresha Daycare Layangkan Petisi

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved