Dianggap Gulma, Daun Krokot Disulap Jadi Mi Kremes oleh Mahasiswi UNY
Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Gina Rahmah Maulidiyah mengembangkan produk mi kremes berbahan dasar daun krokot.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Seorang Mahasiswi UNY, Gina Rahmah Maulidiyah mengembangkan produk mi kremes berbahan dasar daun krokot.
- Mahasiswi Program Studi Sarjana Terapan (D4) Tata Boga Fakultas Vokasi UNY tersebut memberinya nama Mikrot.
- Olahan yang diadaptasi dari hidangan Tiongkok ini dicipatakan dengan teknik pengolahan melalui tahap pengukusan (steaming) dan dilanjutkan dengan penggorengan (deep frying) untuk menghasilkan tekstur renyah.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Gina Rahmah Maulidiyah mengembangkan produk mi kremes berbahan dasar daun krokot.
Mahasiswi Program Studi Sarjana Terapan (D4) Tata Boga Fakultas Vokasi UNY tersebut memberinya nama Mikrot.
Produk yang diadaptasi dari hidangan Tiongkok ini diolah dengan teknik pengolahan melalui tahap pengukusan (steaming) dan dilanjutkan dengan penggorengan (deep frying) untuk menghasilkan tekstur renyah.
Gina mengungkapkan ketersediaan daun krokot melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan krokot kerap dianggap sebagai tanaman liar atau gulma.
Melalui inovasi ini, saya ingin meningkatkan nilai tambah bahan tersebut sekaligus mendukung konsep keberlanjutan.
"Pemanfaatan daun krokot didukung oleh ketersediaannya yang melimpah, tetapi belum banyak dilirik masyarakat," katanya, Rabu (6/5/2026).
Meski tidak dilirik masyarakat, daun krokot memiliki kandungan gizi potensial sebagai gizi potensial.
"Secara nutrisi, daun krokot memiliki kandungan senyawa bioaktif yang relatif tinggi, seperti asam lemak omega-3 (α-linolenat), vitamin A, vitamin C, serta senyawa antioksidan seperti flavonoid dan betalain," sambungnya.
Warga Bona Lumban, Kecamatan Tukka, Sumatra Utara itu menambahkan kandungan gizi tersebut menjadikan daun krokot emberikan manfaat kesehatan tambahan, seperti aktivitas antioksidan dan peningkatan sistem imun.
Melalui inovasi ini, ia berharap tanaman krokot bisa dimanfaatkan secara optimal.
Selain membuka peluang pengembangan produk kuliner baru, gagasan ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya hayati yang selama ini terabaikan menjadi produk bernilai ekonomi.
"Melalui inovasi ini, saya ingin meningkatkan nilai tambah bahan tersebut sekaligus mendukung konsep keberlanjutan. Harapannya, masyarakat dapat melihat tanaman bukan hanya dari namanya, tetapi juga memahami fungsi dan manfaatnya bagi kesehatan maupun lingkungan,” imbuhnya.
| Mahasiswa PLK UNY Ajak Masyarakat Olah Kulit Bawang Merah Jadi Pupuk Organik |
|
|---|
| Anggota DPR RI MY Esti Wijayati Dorong Pemkab Kulon Progo Pertahankan Kampus UNY Wates |
|
|---|
| Lulus Tanpa Pelukan Ibu, Keteguhan Leni Merajut Mimpi di Antara Duka dan Gelar Sarjana |
|
|---|
| Duka Jadi Daya, Kisah Perjuangan Mahasiswi UNY Torehkan IPK Nyaris Sempurna |
|
|---|
| UNY Mewisuda 835 Wisudawan, Dorong Lulusan Lanjutkan Studi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mahasiswi-UNY-Gina-Rahmah-Maulidiyah-mengembangkan-mi-kremes-berbahan-dasar-daun-krokot.jpg)