Kisah Mahasiswa UGM Bikin Inovasi Layanan Psikologi Berbasis AI
Giga Hidjrika Aura Adkhy (23) seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) terinspirasi menciptakan inovasi berbasis AI.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
Dalam implementasinya, Aika memiliki tiga pengguna utama, yaitu mahasiswa sebagai pengguna layanan, psikolog atau konselor sebagai penerima laporan dan pemberi tindak lanjut, serta admin yang mengelola keseluruhan sistem.
“Aika tidak menggantikan peran psikolog, melainkan berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan mahasiswa dengan konselor secara lebih cepat dan terarah, termasuk menghubungkan langsung ke psikolog apabila dibutuhkan pendampingan lebih lanjut, ” ujarnya.
Selain membantu proses awal konseling, Aika juga dapat memantau kondisi pengguna pascakonseling melalui pengingat e-mail, dan ke depan akan terintegrasi dengan Telegram untuk membentuk support group antar pengguna.
“Penggunaan AI sebagai lapisan awal layanan kesehatan mental membantu mengurangi hambatan psikologis seperti rasa malu, takut, atau ragu untuk bercerita,” paparnya.
Dia berharap inovasi ini akan terus dikembangkan. Sebab, melalui Aika maka privasi selalu terjaga, pengguna lebih leluasa menyampaikan keluhan, sehingga diharapkan semakin banyak orang berani mengakses layanan psikologi dan mendapatkan penanganan sejak dini. (hda)
| Mahasiswa UGM Kembangkan Stiker Pintar dari Ekstrak Kulit Buah Naga untuk Pantau Kualitas Daging |
|
|---|
| Peneliti PSKP UGM Sebut Masih Ada Peluang Konflik AS-Iran Mereda |
|
|---|
| Jusuf Kalla Dilaporkan Polisi Karena Isi Ceramah di UGM, Masyarakat Diminta Melihat Secara Utuh |
|
|---|
| Krisis Energi Berpotensi Panjang, Pemerintah Perlu Strategi Sistemik Jangka Pendek hingga Panjang |
|
|---|
| Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Pengamat UGM: Sejak Awal Sulit Berhasil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kisah-Mahasiswa-UGM-Bikin-Inovasi-Layanan-Psikologi-Berbasis-AI.jpg)