Gandeng CSR, Pemkab Magelang Tingkatkan Kompetensi Tukang Bangunan
Pada sesi pertama, jumlah peserta mencapai 180 orang. Sedangkan total peserta dari dua sesi pelatihan mencapai 255 orang.
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Pemkab Magelang bersama perusahaan swasta menggelar pelatihan konstruksi berbasis CSR untuk pekerja dan pengangguran.
- Program ini meningkatkan jumlah peserta hingga ratusan tiap tahun dengan materi beragam dan sertifikat gratis.
- Tujuan utama pelatihan adalah meningkatkan keterampilan tukang, memperluas kesempatan kerja, dan mendukung kualitas bangunan.
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang menggandeng sektor swasta untuk meningkatkan kompetensi tenaga konstruksi melalui program pelatihan berbasis corporate social responsibility (CSR).
Pelatihan tukang bangunan
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor DPUPR Kabupaten Magelang, Rabu (20/5/2026), menyasar pekerja konstruksi dari keluarga desil 1 dan desil 2 hasil verifikasi data kemiskinan serta masyarakat pengangguran yang ingin bekerja di bidang konstruksi.
Kepala UPTD Jasa dan Peralatan Konstruksi DPUPR Kabupaten Magelang, Evi Yuliyanti mengatakan, pelatihan tersebut diikuti tenaga konstruksi dari jenjang 1 hingga jenjang 6, mulai dari tukang batu, tukang cat, hingga pekerja bangunan lainnya.
“Selain pekerja konstruksi yang sudah bekerja, kami juga membuka kesempatan bagi pengangguran yang ingin memiliki keterampilan di bidang konstruksi,” kata Evi.
Pelatihan tersebut bekerja sama dengan PT Gunabangun Jaya melalui produk semen instan Lemkra serta PT Granito Guna Building Ceramics. Melalui program CSR, perusahaan membantu penyediaan alat pelindung diri (APD), kaos, alat praktik, hingga bahan pelatihan seperti granit dan semen perekat.
“Bahan praktik seperti granit dan semen perekat semuanya ditanggung CSR. Jadi APBD lebih hemat, tapi pelatihannya tetap maksimal,” ujarnya.
Sementara anggaran dari APBD Kabupaten Magelang digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan uang saku peserta pelatihan.
Materi pelatihan
Pada sesi pertama, jumlah peserta mencapai 180 orang. Sedangkan total peserta dari dua sesi pelatihan mencapai 255 orang. Materi yang diberikan meliputi pemasangan granit, pengecatan, hingga waterproofing untuk mencegah kebocoran bangunan.
Evi menjelaskan, program pelatihan berbasis CSR tersebut mulai berjalan sejak 2024 dan dinilai mampu meningkatkan jumlah peserta secara signifikan.
“Kalau kita tidak menggandeng CSR, peningkatannya akan lama. Dulu setahun hanya sekitar 30 orang yang dilatih,” katanya.
Kini, jumlah peserta pelatihan meningkat menjadi lebih dari 200 orang setiap tahun. Jenis pelatihan yang diberikan juga terus berkembang, mulai dari pemasangan batu bata, acian, penyusunan rencana anggaran biaya (RAB), hingga pemasangan granit dan pengecatan.
Ada 8.200 pekerja bangunan di Magelang
Pemkab Magelang mencatat jumlah tenaga konstruksi di wilayahnya mencapai sekitar 8.200 orang. Namun pekerja yang sudah tersertifikasi masih belum mencapai 10 persen.
Padahal, sesuai regulasi yang berlaku, tenaga konstruksi diwajibkan memiliki sertifikasi atau minimal pernah mengikuti pelatihan kompetensi.
“Ketika perencanaannya bagus tapi tukangnya tidak memahami cara kerja yang benar, kualitas bangunan juga bisa menurun,” jelas Evi.
| Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan di Mertoyudan Magelang |
|
|---|
| Pemkab Magelang Luncurkan Program 'Blonjo Warung Tonggo' untuk Gerakkan Ekonomi Kerakyatan |
|
|---|
| Klarifikasi Polresta Magelang soal Video Viral Tawuran Pelajar Gunakan Senpi: Itu Pistol Mainan |
|
|---|
| Polresta Magelang Resmikan Jembatan Presisi Merah Putih, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Warga Pakis |
|
|---|
| Pemkot Magelang Tanamkan Budaya Malu untuk Cegah Korupsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gandeng-CSR-Pemkab-Magelang-Tingkatkan-Kompetensi-Tukang-Bangunan.jpg)