Intip Perawatan "Batu Aji", Sapi 1 Ton Asal Magelang yang Dibeli Presiden Prabowo Seharga Mobil

Sapi raksasa bernama "Batu Aji" terpilih menjadi sapi kurban Presiden Prabowo yang akan disembelih di wilayah Sawitan pada Iduladha mendatang

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Yuki Pramudya
SAPI PRESIDEN - Sapi Asal Lereng Gunung Merapi–Merbabu Magelang bernama 'Batu Aji' yang dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 1447 H/2026. 

“Saya sekeluarga senang sekali. Alhamdulillah bisa merawat sapi sampai sehat dan bobotnya lebih dari satu ton, lalu dibeli untuk kurban Presiden,” ungkapnya.

Meski harga jual mencapai Rp126 juta, Sapari mengaku keuntungan yang diperoleh tetap harus diperhitungkan dengan biaya perawatan yang cukup besar, mulai dari pakan hingga menjaga kesehatan ternak.

Menurutnya, usaha ternak sapi bukan pekerjaan mudah.

Selain membutuhkan modal besar, peternak juga harus menghadapi berbagai tantangan seperti wabah PMK, LSD, hingga naiknya harga pakan.

“Peternak sekarang harus benar-benar bertahan. Risiko besar, tapi ya sekalian seperti nabung,” katanya.

Saat ini Sapari masih memelihara tujuh ekor sapi jantan di kandangnya. Sebagian bahkan sudah dipesan pembeli dari berbagai daerah, termasuk Masjid Jogokariyan dan Kendal.

Rencananya, Batu Aji akan dikirim pada hari pelaksanaan Salat Iduladha menuju lokasi penyerahan di wilayah Sawitan.

Bagi Sapari, pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan usaha ternaknya di lereng Merapi-Merbabu.

Rasa bangga tak hanya dirasakan oleh Sapari saja, namun juga dari Wakil Bupati Magelang Sahid.

‎“Sapi jenis Simmental bernama “Batu Aji” milik Sapari tersebut memiliki bobot mencapai 1 ton 53 kilogram dan telah dinyatakan memenuhi kriteria kesehatan maupun kualitas untuk hewan kurban presiden,” Jelas Sahid saat dihubungi Kamis (15/05/2026).

‎‎Sahid menilai keberhasilan itu menjadi bukti bahwa peternak lokal di Kabupaten Magelang mampu menghasilkan ternak berkualitas unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional.

‎“Kami sangat bangga karena sapi dari peternak Kabupaten Magelang bisa dipercaya menjadi hewan kurban Presiden. Ini menunjukkan kualitas peternakan rakyat di Magelang sangat baik,” ujar  Sahid.

‎‎Menurutnya, proses pencarian sapi kurban presiden dilakukan dengan seleksi ketat, mulai dari bobot, kesehatan hewan, usia, hingga kondisi fisik secara keseluruhan.

Batu Aji dinilai memenuhi seluruh syarat tersebut.

‎Selain memiliki bobot di atas satu ton, sapi tersebut juga dalam kondisi sehat, aktif, dan mendapatkan perawatan intensif dari peternaknya.

‎Sahid menyebut keberhasilan Sapari menjadi motivasi besar bagi peternak lain agar terus meningkatkan kualitas ternak melalui perawatan yang baik dan menjaga kesehatan hewan secara rutin.

‎“Peternak di Magelang sebenarnya punya potensi besar. Tinggal bagaimana menjaga kualitas pakan, kesehatan ternak, dan manajemen pemeliharaannya,” lanjutnya.

‎‎Nantinya, lanjut Sahid, Dinas Peternakan Kabupaten Magelang akan melakukan pendampingan kesehatan terhadap sapi kurban presiden hingga hari pengiriman.

Pemeriksaan rutin dilakukan untuk memastikan kondisi sapi tetap prima menjelang penyerahan pada Hari Raya Iduladha.

‎Selain itu, Sahid juga mengapresiasi ketelatenan Sapari yang dinilai konsisten merawat ternaknya sejak awal.

Keberhasilan menghasilkan sapi berbobot lebih dari satu ton tidak bisa diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan pengalaman, kedisiplinan, dan ketekunan tinggi.

‎“Selama ini Kabupaten Magelang memang dikenal memiliki potensi peternakan sapi yang cukup besar, khususnya di kawasan lereng Merapi dan Merbabu yang didukung kondisi alam sejuk dan ketersediaan pakan hijauan melimpah,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved