Cuma Ada di Wonogiri! Rumah Bus Double Decker yang Bikin Tetangga dan Warganet Geger

Supardi (43), warga Dusun Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri memilih desain yang tak lazim, yakni berbentuk bus untuk rumahnya.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Muhammad Idris/properti.kompas.com
Foto Supardi dan rumah miliknya yang menyerupai bus AKAP PO Agramas di Kopen, Jatipurno, Wonogiri. 

 

Ringkasan Berita:
  • Supardi, warga Wonogiri, membangun rumah unik berbentuk bus double decker PO Agra Mas yang terinspirasi dari pengalamannya merantau ke Jakarta.
  • Rumah di atas lahan 90 meter persegi ini terdiri dari bangunan utama sebagai ruang keluarga dan bangunan minibus untuk dapur, lengkap dengan ventilasi serta pencahayaan alami layaknya bus asli.
  • Meski sudah viral, pembangunan baru mencapai 60 persen dengan biaya Rp125 juta. Supardi mengaku kehabisan modal dan sedang berupaya mencari dana untuk proses finishing.

 

TRIBUNJOGJA.COM,  WONOGIRI - Insipirasi untuk membuat desain rumah idaman bisa datang dari mana saja.

Banyak orang yang ingin memiliki rumah idaman dengan gaya klasik atau modern.

Namun seorang warga Wonogiri memilih desain rumah yang unik dan tidak dimiliki rumah lainnya.

Ya, pria bernama Supardi (43), warga Dusun Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri memilih desain yang tak lazim, yakni berbentuk bus untuk rumahnya.

Bangunan di tengah perkampungan itu memang belum selesai sepenuhnya, namun bentuk aslinya sudah terlihat jelas.

Rumah idaman pria yang biasa disapa Bagong alias BG ini menyerupai bus tingkat atau bus double decker antarkota antarprovinsi (AKAP) yang sedang terparkir. 

Bentuknya yang unik membuat rumah milik Bagong ini viral di media sosial.

Banyak warganet yang mengunggah foto dan videonya ke media sosial.

Dikutip dari Kompas.com, ide membuat rumah berbentuk bus ini menurut Supardi terinspirasi dari kebiasaanya pergi ke Jakarta menggunakan bus PO Agra Mas.

Supardi bercerita, inspirasi bentuk rumahnya itu muncul karena dirinya dulu seringkali bolak-balik merantau ke Jakarta menggunakan PO Agra Mas. 

Baca juga: Dari Bantul, Bleeedrz Rilis Album Debut Penuh Eksperimen Noise Pop

Keinginan untuk membuat rumah dengan bentuk bus itu akhirnya diwujudkan oleh Bagong pada Februari lalu.

Bagong mulai membangun rumah berbentuk bus itu di atas lahan seluas 90 meter persegi.

"Saya mau (rumahnya) beda sama yang lain. Terus yang kedua itu kalau unik, itu kan bisa mendongkrak wisata, bisa desa, bahkan kecamatan maupun kabupaten," jelas Supardi saat ditemui di kediamannya, Kamis (24/4/2026). 

Bagong mengaku rumah idamannya itu belum bisa diselesaikannya karena kehabisan modal.

Dana yang sudah dikeluarkannya untuk membangun rumah berbentuk bus ini sudah mencapai Rp 125 juta dan baru selesai sekitar 60 persen saja.

Meski penyelesaian pembangunannya baru sekitar 60 persen, rumah miliknya sudah kadung viral. Banyak orang datang ke Dusun Tandan karena penasaran dengan hunian menyerupai bus AKAP itu. 

"Untuk sementara keadaan masih kayak begini sekitar 50-60 persen. Untuk penyelesaian itu yang jelas belum ada dana. Dananya terkuras habis. Jadi ini masih dalam pencarian dana dulu. Entah itu saya sendiri atau bantuan dari orang lain saya juga menerima," beber Supardi. 

Adapun rumah milik Bagong ini terdiri dari dua bus.

Satu bangunan berbentuk bus double decker.

Bangunan ini dirancang untuk ruang keluarga.

Untuk rumah utama yang berbentuk bus double decker memiliki lebar 4 meter, tinggi 5 meter, dan panjang sampai 13 meter. 

Dilihat dari dalam, bangunan utama memiliki dua baris jenderal di kiri kanannya selayaknya pada bus tingkat, hal ini membuat ruangan tamu sangat terang dengan pencahayaan alami.  

Ventilasi udara juga sudah dipikirkan matang oleh Bagong. Rumah utama dibuat tinggi, yakni tinggi 5 meter, serta dilengkapi dengan dua pintu pada bagian depan dan belakang sebagaimana pada bus. 

Hal ini membuat sirkulasi udara cukup baik dan ruang utama terasa adem meski saat siang hari.

Rumah utama ini digunakannya sebagai ruang tamu sekaligus ruang keluarga, serta dilengkapi dengan kamar berukuran kecil di lantai 2 yang lebih menyerupai mezanin pada bagian paling belakang. 

Sementara satu bangunan lainnya berbentuk minibus di samping bangunan utama.

Rencananya, Bagong akan menggunakan bangunan kedua itu untuk ruang makan serta dapur.

 "Tapi saya belum bisa merapikan (finishing), karena faktor dana. Kemudian saya harus izin dulu ke (PO) Agramas, kalau dibolehkan (pakai desain bus Agramas)," ujar Bagong.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved