Harus Keruk Bukit, Proyek Pembangunan Tol Jogja-Bawen Lambat

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkendala dalam menyelesaikan pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen. 

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
KENDALA TOL JOGJA-BAWEN - Proses kontruksi membangun Box UnderPass (BUP) Jalan Tol Jogja Bawen yang sedang berjalan di Banyurejo, Tempel. Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkendala dalam menyelesaikan pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen.  

"Sekarang progresnya sudah sekitar 88,018 persen, sedang kita kejar supaya Lebaran bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang akan mudik," kata Dody.

Perkembangan pengadaan tanah 

Pengadaan tanah proyek Jalan Tol Jogja–Bawen hingga saat ini telah mencapai 70 persen dan ditargetkan tuntas 100 persen pada Oktober–November 2026.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Jogja–Bawen, Muhammad Fajri Nukman mengatakan, progres pengadaan tanah Jalan Tol Jogja–Bawen hingga hari ini menunjukkan capaian yang bervariasi di setiap seksi. 

Pada Seksi 1 yang membentang dari Yogyakarta (Sleman) hingga Banyurejo, pengadaan lahan telah mencapai 98,73 persen. 

Selanjutnya pada Seksi 2 rute Banyurejo–Borobudur capaian pengadaan tanah mencapai 93,18 persen, disusul Seksi 3 Borobudur–Magelang sebesar 82,64 persen. 

Untuk Seksi 4 ruas Magelang–Temanggung, progres pengadaan lahan telah mencapai 63,97 persen, sementara Seksi 5 Temanggung–Ambarawa baru mencapai 24,66 persen. 

Adapun pada Seksi 6 ruas Ambarawa–Bawen, pengadaan tanah telah mencapai 96,62 persen. 

Untuk wilayah Magelang, Fajri menyebut pembayaran uang ganti kerugian (UGK) terakhir pada tahun 2025 direncanakan akan dilaksanakan pada 23 Desember 2025 mendatang.

“Untuk pembayaran terakhir di Magelang tahun ini, InsyaAllah akan kami laksanakan pada 23 Desember,” ujarnya.

Rp39,6 M untuk 6 desa

Terbaru, tahap pembayaran uang ganti kerugian (UGK) berlanjut di Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (18/12/2025).

Terdapat 47 bidang tanah dari enam desa di beberapa kecamatan yang menerima pembayaran.

“Untuk kegiatan hari ini, kami melaksanakan pembayaran uang ganti kerugian sebanyak 47 bidang yang tersebar di enam desa,” kata Fajri.

Enam desa tersebut meliputi Desa Banyusari (Kecamatan Grabag), Glagahombo (Tegalrejo), Grabag (Grabag), Kalikuto (Grabag), Sidomulyo (Secang), dan Tempak (Candimulyo). 

Dari jumlah itu, mayoritas berada di Desa Banyusari dengan 31 bidang.

Total nilai pembayaran UGK mencapai sekitar Rp 39,6 miliar dengan luas lahan sekitar 2,9 hektare. Lahan yang dibebaskan terdiri dari perkebunan dan sawah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved