Harus Keruk Bukit, Proyek Pembangunan Tol Jogja-Bawen Lambat

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkendala dalam menyelesaikan pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen. 

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
KENDALA TOL JOGJA-BAWEN - Proses kontruksi membangun Box UnderPass (BUP) Jalan Tol Jogja Bawen yang sedang berjalan di Banyurejo, Tempel. Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkendala dalam menyelesaikan pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen.  

Ringkasan Berita:
  • Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkendala dalam menyelesaikan pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen
  • Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan tantangan terbesar konstruksi Tol Jogja-Bawen berada di Seksi 4 dan 5, khususnya di kawasan Magelang dan Temanggung yang memiliki kontur perbukitan. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkendala dalam menyelesaikan pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan tantangan terbesar konstruksi Tol Jogja-Bawen berada di Seksi 4 dan 5, khususnya di kawasan Magelang dan Temanggung yang memiliki kontur perbukitan. 

"Untuk pekerjaan konstruksi yang cukup berat ada di kawasan Magelang-Temanggung, karena daerahnya perbukitan," kata Dody, dikutip dari keterangan resmi, Minggu (21/12/2025).

"Pembebasan lahannya aman, hanya Seksi 4 dan 5 prosesnya agak lambat karena harus mengeruk bukit dan harus diperhatikan betul supaya tidak menimbulkan dampak lingkungan yang berkepanjangan. 

Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur, terutama dari sisi anggaran dan kondisi alam. 

"Pelaksanaan fisik dan anggaran harus hati-hati, terlebih saat ini curah hujan sedang tinggi, jadi jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Dody. 

Ruas tol ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melintasi Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta terhubung langsung dengan jaringan Jalan Tol Trans-Jawa. 

Sebagai informasi, Tol Jogja-Bawen terdiri dari enam seksi, meliputi Seksi 1 (JC Sleman-Banyurejo) 8,25 kilometer, Seksi 2 (Banyurejo-Borobudur) 15,26 kilometer, Seksi 3 (Borobudur-Magelang) 8,08 kilometer, Seksi 4 (Magelang-Temanggung) 16,46 kilometer, Seksi 5 (Temanggung-Ambarawa) 22,56 kilometer, dan Seksi 6 (Ambarawa-JC Bawen) 5,21 kilometer. 

Secara kumulatif, progres pengadaan tanah Tol Jogja-Bawen telah mencapai sekitar 58 persen. 

Untuk pengadaan tanah Seksi 1 telah mencapai 97 persen, Seksi 2 92 persen, Seksi 3 mendekati 80 persen, Seksi 4 60 persen, Seksi 5 22 persen, dan Seksi 6  97 persen. 

Untuk progres konstruksi, Seksi 1 telah mencapai sekitar 87,275 persen dan ditargetkan selesai pada Mei 2026. Seksi 1 ini akan terhubung dengan Tol Jogja-Solo. 

Sementara, untuk Seksi 2 saat ini telah berkontrak dengan mitra pelaksana konstruksi dengan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) direncanakan terbit awal Januari 2026. 

Kemudian, untuk Seksi 3, akan mulai dilakukan lelang pada pertengahan Triwulan I-2026 agar konstruksi dapat dimulai pada Triwulan II-2026. 

Dody mengatakan, Tol Ambarawa-JC Bawen sepanjang sekitar 4,98 kilometer ditargetkan selesai pada Maret 2026 sehingga dapat difungsionalkan pada mudik Lebaran. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved