Pembunuhan Mahasiswa UMM di Pasuruhan Seret Seorang Polisi

Korban yang merupakan anak ketiga pasangan Ramelan dan Siti tersebut diduga dihabisi oleh seorang oknum polisi yang juga kakak iparnya sendiri.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ho/Campus League)/IG @ratna_listy/Ahsan Faradisi
PEMBUNUHAN MAHASISWI: Situasi rumah duka Mahasiswi asal Kabupaten Probolinggo yang ditemukan tak bernyawa di Pasuruan. Pihak keluarga menduga motif pembunuhan karena ingin menguasai harta. 

Saksi saat itu memarkirkan kendaraanya di sekitar jembatan.

Saat melihat ke arah sungi, saksi melihat tubuh seorang perempuan berada di aliran sungai kecil dan tidak bergerak.

Saksi kemudian memanggil warga lain sebelum akhirnya melaporkan temuan tersebut ke Polsek Wonorejo.

Pihak kepolisian yang menerima laporan segera mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi untuk keperluan penyelidikan.

Kapolsek Wonorejo, AKP Sugiyanto, mengatakan, petugas Inafis Polres Pasuruan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi awal.

Karena tidak ditemukan kartu identitas seperti KTP atau barang bukti lainnya di sekitar korban, petugas melakukan pemeriksaan sidik jari guna mengenali identitas gadis tersebut.

Hingga pemeriksaan awal selesai, identitas korban belum diketahui secara pasti, namun dipastikan berjenis kelamin perempuan dan berusia masih muda.

Tindik di pusar jadi petunjuk

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adimas Firmansyah, menjelaskan bahwa pengungkapan identitas ini berhasil dilakukan setelah tim Inafis mengidentifikasi sidik jari serta ciri fisik tertentu pada tubuh korban.

Salah satu ciri fisik menonjol yang ditemukan petugas adalah adanya tindik pada bagian pusar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban bernama Faradila Amalia Najwa (21), kelahiran 15 April 2004, yang beralamat di Dusun Taman, Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. 

Lebih lanjut, Adimas menyatakan bahwa korban merupakan putri dari pasangan Ramelan dan Siti. 

Pihak kepolisian pun telah menjalin komunikasi dengan keluarga korban untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut sekaligus proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.

Diduga korban pembunuhan

Kapolsek Wonorejo AKP Sugiyanto, mengatakan, ada beberapa barang bukti yang diamankan dari meminta keterangan sejumlah saksi.

“Korban sudah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Watukosek, Gempol, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Disampaikannya, pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban, termasuk kemungkinan adanya unsur tindak pidana. 

Informasi yang dihimpun surya.co.id diperoleh, penyebab kematian korban diduga karena pembunuhan

Artikel ini sudah tayang di Surya.co.id

Sumber: Surya
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved