Pembunuhan Mahasiswa UMM di Pasuruhan Seret Seorang Polisi

Korban yang merupakan anak ketiga pasangan Ramelan dan Siti tersebut diduga dihabisi oleh seorang oknum polisi yang juga kakak iparnya sendiri.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ho/Campus League)/IG @ratna_listy/Ahsan Faradisi
PEMBUNUHAN MAHASISWI: Situasi rumah duka Mahasiswi asal Kabupaten Probolinggo yang ditemukan tak bernyawa di Pasuruan. Pihak keluarga menduga motif pembunuhan karena ingin menguasai harta. 

Terlebih, kata Ramlan,  saat ditemukan, beberapa barang anak saya seperti HP dan dompet yang berisi ATM tidak ditemukan.

"Tapi ATM nya sudah diurus dan sudah diblokir," pungkasnya.

Pelaku Diduga Lebih dari Satu

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, AS sudah ditangkap oleh Anggota Tim Jatanras Polda Jatim, setelah menemukan sejumlah bukti.

Kini, AS sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim dan Bidang Propam Polda Jatim, sejak hari kejadian, kemarin hingga Rabu (17/12/2025). 

"Yang bersangkutan untuk saat ini masih diamankan, ya. Jadi nanti 1 x 24 jam tentunya yang bersangkutan akan ditetapkan ditahan sebagai tersangka tentunya, berdasarkan bukti permulaan yang cukup," katanya di Balai Wartawan, Mapolda Jatim, Rabu (17/12/2025)

Mengenai peran AS dalam kasus tersebut, Jules mengungkapkan, pihaknya belum dapat mengungkap mengenai hal tersebut, mengingat proses penyelidikan dan penyidikan masih bergulir. 

"Ya, jadi terkait dengan peran baik AS maupun pelaku lainnya nanti akan saya sampaikan dalam perkembangan setelah proses penyidikan dan alat bukti serta barang bukti terpenuhi selanjutnya," ujarnya. 

Namun, Jules tak menegaskan, pengembangan kasus tersebut tidak berhenti pada penangkapan terhadap Bripka AS. 

Karena, diduga masih ada pihak lain yang ditengarai terlibat dalam kasus tersebut. 

Sehingga, Anggota Tim Jatanras Polda Jatim, hingga kini, masih melakukan penyelidikan pengembangan untuk menangkan pihak lain yang terlibat. 

"Dari hasil penyelidikan sementara yang diduga masih ada pelaku lainnya. Jadi yang bersangkutan tidak melakukan sendirian terhadap tindak pidana yang terjadi," ungkapnya. 

Oleh karena itu, Jules mengimbau masyarakat yang mengetahui duduk perkara kasus tersebut terutama sosok pelaku lain yang dimungkinkan terlibat, agar segera melaporkan ke markas kepolisian setempat. 

"Warga masyarakat yang mengetahui terkait dengan peristiwa tersebut, dan terutama juga keberadaan pelaku lainnya agar menginformasikan kepada kami dari pihak kepolisian, baik di Polda, Polres maupun Polsek terdekat. Kami dari Polda Jatim juga memastikan akan memproses kasus ini secepat-cepatnya dan secara transparan," pungkasnya. 

Kronologi Penemuan Korban

Adapun mayat korban pertama kali ditemukan oleh seorang petani jagung yang hendak pergi ke sawah pada Selasa (16/12/2025) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Sumber: Surya
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved