Cinta Ditolak, Celurit Bertindak

Cinta ditolak, celurit bertindak. Itulah yang terjadi di sebuah kafe di Jalan Popda, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Dok. Polres Bantul
SAJAM - Ilustrasi celurit 
Ringkasan Berita:
  • Seorang tukang parkir berinisial G membacok ES (33) di sebuah kafe di Solo karena cintanya ditolak; dua rekan korban juga ikut terluka.
  • Pelaku bersama rekannya masuk ke kafe membawa celurit dan menyerang korban secara membabi buta.
  • Ketiga korban dilarikan ke rumah sakit, sementara polisi yang telah mengetahui identitas pelaku masih memburu G dan rekannya.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO – Cinta ditolak, celurit bertindak. Itulah yang terjadi di sebuah kafe di Jalan Popda, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, pada Minggu (23/11/2025) dini hari.

Seorang wanita berinisial ES (33) dibacok oleh seorang tukang parkir karena cintanya ditolak.

Pelaku berinisial G bersama rekannya menganiaya korban di tempat kerjanya.

Tak hanya ES, dua rekan korban yakni AGP (21) perempuan asal Boyolali dan MFI (22) warga Karanganyar,  juga mengalami luka sabetan hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Adapun para pelaku langsung melarikan diri setelah melakukan aksinya.

Pelaku G sendiri merupakan tukang parkir yang biasa berjaga di kafe tempat korban bekerja.

Polisi yang sudah mengetahui identitas pelaku masih melakukan pengejaran.

Dikutip dari Tribun Solo, dari penyelidikan petugas, kasus penganiayaan ini dipicu persoalan asmara

Cinta pelaku terhadap korban ES ternyata bertepuk sebelah tangan hingga membuat G murka.

G kemudian mengajak rekannya untuk melakukan penganiayaan.

Kasatreskrim Polresta Solo AKP Derry Eko Setiawan melalui Wakasatreskrim AKP Sudarmiyanto menjelaskan, kejadian bermula pada Sabtu tengah malam ketika pelaku bersama rekannya mendatangi kafe tempat ES bekerja.

Baca juga: Cek Pencairan PKH 2025: Link Resmi Kemensos dan Cara Praktis Mengecek Bansos Online

"Keterangan saksi 1 sekira pukul 23.30 WIB, saksi 1 dan saksi 2 baru datang untuk membeli minuman dan mau membayar minuman tersebut," ungkap Sudarmiyanto, Selasa (25/11/2025) dikutip dari Tribun Solo.

Tak lama berselang, pelaku bersama rekannya datang dan masuk ke dalam kafe.

Pelaku kemudian meminta orang yang ada di dalam kafe untuk keluar.

Sementara korban masih berada di dalam kafe.

"Tak berselang lama ada dua orang laki-laki membawa senjata tajam masuk ke dalam dan bilang 'Seng ra enek urusan metu disek'. Setelah itu saksi 1 dan saksi 2 keluar," lanjut Sudarmiyanto.

Tak berselang lama, pelaku secara membabi buta melakukan penganiayaan terhadap korban dan kedua rekannya dengan menggunakan sajam berupa celurit.

Pelaku menyerang secara membabi buta hingga melukai ketiga korban, membuat dua di antaranya tersungkur di lantai.

Sementara AGP langsung menyelamatkan diri dengan keluar dari dalam kafe untuk meminta pertolongan warga.

"Saksi melihat korban 2 terkena senjata tajam di bagian pundak. Saat korban 2 bisa melarikan diri, korban 2 melihat korban 1 terkena senjata tajam di bagian kepala dan korban 3 terluka di bagian pinggang serta tergeletak di lantai," pungkasnya.

Tak lama kemudian warga di sekitar lokasi kejadian berdatangan ke lokasi.

Namun kedua pelaku sudah kabur terlebih dahulu.

Karena lukanya cukup dalam, ketiga korban kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Polisi yang sudah mengantongi identitasnya masih melakukan penelusuran keberadaan kedua pelaku.

Artikel ini sudah tayang di Tribun Solo.

 

Sumber: Tribun Solo
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved