Aktivitas Gunung Merapi Minggu 14 Juni 2026: Ada 9 Kali Guguran Lava Selama 6 Jam Terakhir

Gunung Merapi teramati mengalami 9 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1700 meter, Minggu (14/6/2026)

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Minggu (14/6/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 9 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Minggu (14/6/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Untuk aktivitas kegempaan, tercatat 27 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-33 mm dan lama gempa 26.36-228.3 detik.

Selain itu tercatat pula 9 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-25 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 19.31-62.52 detik.

Serta 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4 mm, dan lama gempa 12.07-23.78 detik.

Dan 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 16 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 99.13 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Baca juga: Bulaksumur Run 2026 Ajang Masyarakat Berlari di Jantung Kota Jogja dan Kampus UGM

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

Sementara untuk cuaca teramati cerah hingga berawan, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 18.9-20.7°C. Kelembaban 87.6-92 persen. Tekanan udara 874.3-918 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
Live
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved