Viral Rekaman Benda Langit Mirip Meteor Melintas di Langit Yogyakarta, Ini Tanggapan Astronom
Menurut astronom amatir, untuk fenomena di lapisan atmosfer atas ada dua kemungkinan, yakni reentry sampah antariksa atau meteor.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebuah benda langit diduga menyerupai meteor terekam kamera melintas di langit Yogyakarta, Kamis (11/6/2026) malam.
Rekaman tersebut beredar viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat warganet di Yogyakarta.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat benda tersebut bergerak dan mengeluarkan kilatan cahaya berwarna oranye.
Beberapa warganet lainnya juga menyaksikan benda langit tersebut melintas tidak hanya di langit Yogyakarta, melainkan di sejumlah daerah lain, misalnya di Magelang, Solo bahkan di Madiun.
Menanggapi fenomena ini, Astronom Amatir, Marufin Sudibyo, membenarkan bahwa ada laporan fenomena kilatan cahaya di langit barat Yogyakarta, namun waktunya kurang jelas.
Menurut Marufin, apabila hanya fokus pada Yogyakarta, maka pada pukul 18.24 WIB ada Boeing 737-800 milik Garuda Indonesia (flight GA203) yang melintas di atas horizon Yogyakarta pada ketinggian kurang lebih 3 kmdpl menuju ke Jakarta.
Namun jika demikian itu hanya fenomena lokal yang tidak mungkin bisa dilihat masyarakat lain yang berada di Magelang, Solo serta Madiun.
“Jika bisa dilihat dari kawasan sangat luas, maka fenomena tersebut terjadi di lapisan atmosfer atas atau malah di antariksa,” jelas Marufin, saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Ratusan ASN Pemkot Yogyakarta Gotong Royong Bareng Warga Ngepel Malioboro
Dia menyampaikan, untuk fenomena di lapisan atmosfer atas ada dua kemungkinan, yakni reentry sampah antariksa atau meteor.
Sementara fenomena di antariksa ada satu yakni ketampakan benda langit buatan manusia yang sangat terang dalam hal ini stasiun antariksa baik ISS maupun Tiangong
Berdasarkan Basisdata menunjukkan ada perlintasan stasiun antariksa Tiangong milik Tiongkok mulai 19:08 WIB di Yogyakarta selama 3 menit.
“Tiangong cukup terang (magnitudo -0,1 atau hampir seterang Jupiter). Berdasarkan lintasan Tiangong saat itu dan posisi ada di Magelang, Surakarta hingga Madiun, maka Tiangong dapat terlihat dari ketiga kota yang dimaksud,” ungkapnya.
Marufin juga menuturkan, berdasarkan basisdata sampah antariksa, tidak ada sampah antariksa (satelit bekas atau roket bekas) yang berpotensi reentry di atas pulau Jawa pada saat itu
“Untuk meteor, sulit divalidasi karena meteor yang terang (fireball) umumnya bersifat acak. Jadi tanpa mengesampingkan kemungkinan meteor-terang (fireball). Maka saya lebih condong melihat ketampakan itu sebagai ketampakan stasiun antariksa Tiangong yg sedang lewat di atas pulau Jawa,” ungkapnya.
Dia juga memaparkan perbedaan antara meteor yang nampak dengan benda misalnya stasiun antariksa atau sejenisnya.
| Geger Fenomena Cahaya Misterius di Lampung: Warga Sempat Takut Dikira Rudal Iran |
|
|---|
| 40 Caption Senja Bahasa Indonesia dan Inggris untuk Konten Instagram |
|
|---|
| Fenomena Langit Desember 2025: Supermoon, Cold Moon, hingga Dua Hujan Meteor |
|
|---|
| Viral Meteor Melintas di Langit Cirebon, Kilatan Cahaya Disusul Suara Dentuman Keras Minggu Malam |
|
|---|
| Fenomena Langka Total Blood Moon 7-8 September, Ini Penjelasan Lengkapnya! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261206-Benda-langit-diduga-meteor-di-Jogja.jpg)