Pengusaha Otomotif di Kulon Progo Yakin Naiknya Harga BBM Nonsubsidi Bisa Berdampak ke Sektor Lain
Kenaikan harga BBM nonsubsidi diyakini tetap akan memberikan dampak pada kehidupan masyarakat.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Harga seluruh Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi kini mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebagai respon atas kondisi ekonomi saat ini.
Adapun harga BBM bersubsidi masih dipertahankan tetap rendah, yaitu Pertalite dan Biosolar.
Meski begitu, pengusaha otomotif di Kulon Progo, Dedy Sujatmoko, meyakini kenaikan harga BBM nonsubsidi tetap akan memberikan dampak pada kehidupan masyarakat.
"Saat harga BBM nonsubsidi naik, dampaknya tidak berhenti pada konsumsi langsung, tapi berpotensi merambat ke berbagai sektor," kata Dedy pada Kamis (11/06/2026).
Ia mencontohkan pengiriman barang yang menggunakan kendaraan dengan BBM nonsubsidi.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi secara otomatis akan mengkerek ongkos kirim barang.
Dedy sendiri menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi kini sudah mulai dirasakan oleh para karyawannya.
Mereka setiap harinya menggunakan kendaraan pribadi dan beberapa harus menggunakan Pertamax.
"Mereka terpaksa membeli Pertamax karena beberapa SPBU kesulitan persediaan Pertalite, belum lagi antrean untuk membelinya juga panjang," ujarnya.
Menurut Dedy, selisih kenaikan hingga Rp4000 untuk 1 liter Pertamax akan langsung membebani pengeluaran harian.
Apalagi bagi pekerja yang pendapatannya masih sebatas Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Belum lagi saat ini daya beli masyarakat juga sedang lemah.
Pria yang memiliki usaha jual-beli mobil bekas ini mengaku omsetnya turun karena lemahnya daya beli saat ini.
"Omzet penjualan mobil bekas saat ini turun, membuat separuh pendapatan juga ikut turun," jelasnya.
Baca juga: Omzet Bengkel di Kulon Progo Anjlok Imbas Kenaikan Harga Hingga Terbatasnya Pasokan Oli
Berharap Harga BBM Kembali Turun
Dedy pun berharap harga BBM nonsubsidi bisa kembali turun mengikuti mekanisme pasar.
| Omzet Bengkel di Kulon Progo Anjlok Imbas Kenaikan Harga Hingga Terbatasnya Pasokan Oli |
|
|---|
| Harga Solar Nonsubsidi Naik, Dishub Kulon Progo Minta Anggaran Tambahan untuk BBM Bus Sekolah |
|
|---|
| Pengguna KA Bandara YIA Meningkat Setiap Tahun: Total 1,13 Juta Penumpang pada Januari-Mei 2026 |
|
|---|
| Pakar Energi UGM: Waktu Pengumuman Kenaikan Pertamax Mengindikasikan Situasi Urgen di Dalam Negeri |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Kadin Bantul: Kalau Sampai Akhir Tahun, Dunia Usaha Harus Efisiensi Waktu Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261106-Antrean-Pertalite-di-SPBU-Kulon-Progo.jpg)